1.750 mustahik di Jateng terima bantuan modal Rp5,25 miliar

1.750 mustahik di Jateng terima bantuan modal Rp5,25 miliar

Sebanyak 1.750 mustahik (penerima zakat) binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menerima bantuan modal produktif senilai total Rp5,25 miliar, ...

(Antara) 09/10/26 21:49 55815

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 1.750 mustahik (penerima zakat) binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menerima bantuan modal produktif senilai total Rp5,25 miliar, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp3 juta untuk pengembangan usaha.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, saat penyerahan simbolis bantuan modal, di Kabupaten Semarang, mengatakan bahwa bantuan modal usaha tersebut tidak cukup hanya disalurkan.

Menurut dia, penggunaannya perlu dikawal agar benar-benar membantu penerima mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Ia mengapresiasi pola Baznas yang tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga menyediakan pendampingan untuk memantau perkembangan usaha penerima manfaat.

"Pola tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah dalam mengelola program bantuan modal," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga disertai pengawasan dan pendampingan.

Dengan demikian, kata dia, dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha dan memberikan dampak nyata bagi penerimanya.

"Ini menjadi \'role model\' buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang," katanya.

Ia menilai keberhasilan program bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah dana yang tersalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha penerima.

Bahkan, ia mengapresiasi penerima bantuan Baznas yang kini telah mampu beralih status dari mustahik menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji menyebutkan program bantuan modal usaha produktif tahun ini menyasar 3.500 mustahik dengan total alokasi Rp10,5 miliar, dengan penyaluran secara bertahap.

Untuk memastikan bantuan digunakan secara produktif, Baznas melibatkan penyuluh agama di kecamatan masing-masing sebagai pendamping yang setiap empat bulan menyampaikan laporan perkembangan usaha yang mereka dampingi.

Dari laporan tersebut, Baznas dapat melihat perubahan yang terjadi, mulai dari penambahan fasilitas usaha hingga peningkatan jumlah pekerja.

Ia mencontohkan ada penerima yang sebelumnya memiliki dua bangku usaha, kemudian berkembang menjadi empat, dan ada pula pelaku usaha yang mampu menambah jumlah pekerja dari tiga menjadi lima orang.

Bahkan, dari hasil kunjungan langsung, kata dia, Baznas menemukan penerima bantuan yang mampu memperoleh keuntungan hingga Rp300 ribu per hari.

"Kalau ingin membuat orang mandiri dan bebas dari kemiskinan, bagi kami ada dua cara, yaitu dilatih punya keterampilan dan diberi modal," katanya.

"Kalau bantuan konsumtif, mungkin beberapa hari sudah habis. Tetapi, kalau produktif, kita beri kail agar mereka berkembang," pungkasnya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#penyaluran-zakat #wagub-jateng #taj-yasin #baznas-jateng #modal-bagi-mustahik

https://www.antaranews.com/berita/5779277/1750-mustahik-di-jateng-terima-bantuan-modal-rp525-miliar