Pemkab Barito Utara siapkan bantuan benih jagung untuk 1.773 hektare
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyiapkan bantuan benih jagung hibrida untuk lahan seluas 1.773 hektare guna meningkatkan produksi ...
(Antara) 20/10/26 20:10 561750
Untuk memenuhi kebutuhan benih pada sisa lahan seluas ribuan hektare itu, Dinas Pertanian menyiapkan pengadaan benih sebanyak 26.600 kilogram atau 26,6 ton melalui anggaran perubahan APBD 2026
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyiapkan bantuan benih jagung hibrida untuk lahan seluas 1.773 hektare guna meningkatkan produksi jagung sebagai salah satu komoditas unggulan daerah guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Untuk memenuhi kebutuhan benih pada sisa lahan seluas ribuan hektare itu, Dinas Pertanian menyiapkan pengadaan benih sebanyak 26.600 kilogram atau 26,6 ton melalui anggaran perubahan APBD 2026," kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Adi Haryadi pada panen bersama jagung hibrida di lahan Kelompok Tani Sinar Harapan, Desa Mampuak I, Kecamatan Teweh Timur, Selasa.
Menurut dia, benih tersebut direncanakan disalurkan ke sentra-sentra produksi jagung, terutama Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Timang, serta sebagian wilayah kecamatan lainnya.
Pada 2026, kata dia, Dinas Pertanian Barito Utara juga menerima bantuan benih jagung hibrida varietas Maxxi.2 dari pemerintah pusat sebanyak 22.500 kilogram untuk lahan seluas 1.500 hektare.
"Jadi untuk untuk memanfaatkan sisa lahan yang ada, kami menyiapkan bantuan benih pada akhir tahun ini," kata Adi.
Adi Haryadi juga mengungkapkan, Kabupaten Barito Utara pernah menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Kalimantan Tengah pada 2017, dengan luas lahan mencapai sekitar 17.174 hektare.
Namun, luas lahan pertanaman jagung mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan perumahan dan perkebunan kelapa sawit.
Selain persoalan lahan, petani juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya sulitnya memperoleh benih karena belum tersedianya penangkar, fluktuasi harga jual jagung pipilan kering, belum adanya pabrik pengolahan dan gudang penyimpanan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pertanian.
Bupati Barito Utara Shalahuddin pada panen jagung hibrida ini mengatakan, pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan pendapatan petani melalui pengembang budi daya jagung hibrida secara berkelanjutan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah setempat.
“Keberhasilan panen jagung hibrida pada hari ini patut kita syukuri dan jadikan sebagai motivasi untuk terus mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Barito Utara,” kata Shalahuddin.
Menurut Shalahuddin, panen bersama bukan sekadar aktivitas memetik hasil pertanian, tetapi juga menjadi bukti nyata kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun sektor pertanian.
Keberhasilan panen merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penanaman, pemeliharaan, hingga pengendalian hama dan penyakit sebelum memasuki masa panen.
"Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah maupun nasional," ujar Shalahuddin.
Pewarta: Kasriadi
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
#jagung-hibrida-barito-utara #panen-jagung #dinas-pertanian-barito-utara #desa-mampuak #barito-utara #kalteng