Ombudsman beri empat saran perbaikan layanan PLN Batam pasca-blackout
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan empat masukan dan saran strategis untuk perbaikan pelayanan publik PT PLN Batam usai ...
(Antara) 20/10/26 21:27 568680
Apa pun hasil penyelidikan kepolisian, kami harapkan PT PLN Batam menerima dan melaksanakannya.
Tanjungpinang (ANTARA) - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan empat masukan dan saran strategis untuk perbaikan pelayanan publik PT PLN Batam usai peristiwa pemadaman listrik secara menyeluruh (blackout) pada 12 Oktober 2026.
"Pertama, kami meminta PT PLN Batam memperketat pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur di seluruh gardu induk, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," kata Kepala Ombudsman Kepri Lagat Parroha Patar Siadari, usai melakukan kunjungan monitoring pelayanan kelistrikan, di Kantor PLN Batam, Selasa.
Kedua, kata Lagat, PT PLN Batam harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait blackout kepada publik, apalagi yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia menyarankan sebaiknya di awal PLN cukup menyampaikan terdapat gangguan teknis pada area tertentu guna menghindari spekulasi dan berita simpang siur di masyarakat.
Ombudsman juga menyinggung soal rencana pemberian kompensasi tagihan listrik sebesar 10 persen. Ombudsman menyarankan manajemen PLN Batam mengkaji kembali besaran kompensasi pelanggan umum dengan mempertimbangkan luasnya dampak yang dialami masyarakat.
"Meskipun 10 persen adalah angka normatif, ikhtiar memberikan kompensasi lebih sangat penting untuk menyuarakan kepentingan publik," ujarnya.
Keempat, Lagat meminta PT PLN Batam kooperatif dan membuka akses seluas-luasnya untuk kebutuhan penyelidikan Mabes Polri dan Polda Kepri. Hal ini menyangkut proses hukum yang tengah berjalan terhadap peristiwa pemadaman total tersebut.
"Apa pun hasil penyelidikan kepolisian, kami harapkan PT PLN Batam menerima dan melaksanakannya," katanya lagi.
Ombudsman RI Kepri turut mendorong PT PLN Batam segera melakukan pembenahan internal secara menyeluruh demi menjamin keandalan pasokan listrik serta memberikan kepastian pelayanan publik bagi masyarakat setempat.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam Raditya Surya menjelaskan pemadaman total berawal dari Flashover di Gardu Induk (GI) Sungai Harapan pada pukul 06.28 WIB, diindikasikan akibat gangguan hewan liar (monyet) serta tidak berfungsinya sistem perlindungan hewan.
Kegagalan fungsi perangkat Circuit Breaker (CB) saat kejadian menyebabkan gangguan merambat ke GI Sagulung hingga terlepasnya GI Tanjung Uncang sebagai tulang punggung sistem kelistrikan, yang berujung pada lepasnya seluruh sistem pembangkit secara otomatis.
"PLN Batam juga menemukan CCTV di lokasi bergeser dari posisinya pada malam sebelum kejadian, sehingga rekaman hanya mencakup 25 persen," ujar Raditya.
Ia memaparkan pemulihan kelistrikan dilakukan secara bertahap, dengan sistem kelistrikan Batam hampir pulih 100 persen pada Selasa (13/10) pukul 01.30 WIB dini hari. Sedangkan wilayah Bintan baru kembali normal sepenuhnya pada Rabu (14/10) pukul 18.30 WIB.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PLN Batam merencanakan pemberian kompensasi tagihan listrik bulan November sebesar 10 persen untuk layanan umum dan 15-25 persen untuk layanan khusus/industri.
Pewarta: Ogen
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
#ombudsman-kepri #pln-batam #pemadaman-listrik-batam #perbaikan-pelayanan-pln-batam #listrik-batam