Kemenekraf dorong potensi miliaran rupiah dari industri sulih suara

Kemenekraf dorong potensi miliaran rupiah dari industri sulih suara

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong pengembangan industri sulih suara nasional untuk memperluas peluang ekonomi ...

(Antara) 21/10/26 09:00 631119

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong pengembangan industri sulih suara nasional untuk memperluas peluang ekonomi bagi talenta kreatif Indonesia yang memiliki potensi besar seiring meningkatnya kebutuhan pengisi suara untuk film, animasi, gim, periklanan, hingga konten digital.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, melalui program Wonder Voice of Indonesia (WVI) dampak ekonomi industri sulih suara yang telah dihasilkan secara langsung lebih dari Rp2,5 miliar.

“Potensi ini telah dibuktikan melalui Wonder Voice of Indonesia, para alumninya telah dipercaya oleh lebih dari 300 merek dan menghasilkan dampak ekonomi langsung lebih dari Rp2,5 miliar,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Riefky menegaskan bahwa pemerintah memperkuat ekosistem industri voice over dengan menetapkan sulih suara sebagai bagian dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 melalui Peraturan Presiden Nomor 37 tahun 2026.

Ia mengatakan pengembangan talenta sulih suara perlu diiringi dengan penguatan ekosistem industri agar semakin banyak pelaku kreatif dari berbagai daerah dapat mengakses pelatihan, meningkatkan keterampilan, dan terhubung dengan pasar.

Kemenekraf bekerja sama dengan Voice Institute Indonesia dan sejumlah lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan WVI 2026. Kegiatan kick-off program tersebut diikuti lebih dari 250 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan komunitas lokal.

Penguatan kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan talenta sekaligus memperluas kesempatan kerja dan kolaborasi bagi pelaku industri sulih suara. Untuk mendukung upaya tersebut, Kemenekraf menghadirkan tiga program unggulan, yakni aktivasi Desa Kreatif, aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

“Karena itu, Kementerian Ekraf menghadirkan tiga program unggulan, yakni aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia, untuk menggali potensi daerah, memperkuat ekosistem kreatif, serta mendorong kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersaing dan menembus pasar global,” katanya.

WVI sendiri telah diselenggarakan sejak 2022 sebagai wadah pengembangan talenta sulih suara di Indonesia. Program ini terus berkembang melalui penyusunan kurikulum pembelajaran daring dan luring, kegiatan road to WVI, produksi sandiwara radio, hingga pembentukan komunitas pengisi suara di berbagai daerah.

Pada 2024, alumni WVI telah berkolaborasi dengan lebih dari 50 merek atau institusi. Sementara itu, penyelenggaraan WVI pada 2025 berhasil menarik lebih dari 7.200 pendaftar dan memperoleh eksposur di lebih dari 30 media.

Perkembangan tersebut turut mendorong terbentuknya komunitas Voice People di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Utara, serta Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).

Salah satu alumni WVI, Euis Handayani atau Unya, mengatakan program tersebut membuka peluang bagi dirinya untuk berkarier secara profesional di industri sulih suara. Kini, ia juga mengembangkan karier sebagai mentor dan voice director.

Menurut Unya, manfaat program tidak hanya berupa peningkatan keterampilan, tetapi juga perluasan jaringan profesional yang dapat membuka kesempatan kerja di industri kreatif.

Pengembangan industri sulih suara melalui WVI diharapkan dapat memperluas akses talenta lokal ke pasar kerja, sekaligus meningkatkan kontribusi subsektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#ekonomi-kreatif #sulih-suara #pertumbuhan-ekonomi

https://www.antaranews.com/berita/5800989/kemenekraf-dorong-potensi-miliaran-rupiah-dari-industri-sulih-suara