WCCE 2026 jadi platform pelaku kreatif jajaki kerja sama dan investasi
Kementerian Ekonomi Kreatif menjadikan momentum World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai platform bagi pelaku usaha ekonomi kreatif Indonesia ...
(Antara) 21/10/26 14:00 658184
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif menjadikan momentum World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai platform bagi pelaku usaha ekonomi kreatif Indonesia untuk menjajaki kerja sama bisnis dan investasi dengan mitra internasional melalui pertemuan bisnis yang melibatkan pelaku industri dari 65 negara.
Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi mengatakan WCCE 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan dan kebijakan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, investor, dan lembaga keuangan internasional.
"Nanti, ada business to business matching, kita juga dihadiri dari investor ekonomi kreatif dan lembaga keuangan internasional. Ini juga akan menjadi ruang temu membuka akses pasar baru bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia," kata Ali kepada awak media di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan melalui agenda business matching, pelaku usaha kreatif Indonesia diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus membuka akses ke pasar internasional. Penjajakan tersebut berpotensi ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama produksi bersama (co-production) maupun investasi.
Dari business matching ini, dampak ekonomi yang diharapkan dari penyelenggaraan WCCE pada tahap awal adalah terbukanya akses pasar internasional dan terbangunnya jejaring kolaborasi.
Adapun realisasi investasi dan kerja sama bisnis akan bergantung pada tindak lanjut dari pertemuan yang berlangsung selama forum.
Ali melanjutkan WCCE 2026 juga menghadirkan Creative Village di kawasan SCBD, Jakarta, sebagai ruang untuk menampilkan produk-produk kreatif Indonesia kepada mitra internasional.
Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon mitra bisnis dan investor yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.
Ali menyebut sejumlah perusahaan internasional, termasuk Netflix dan Tencent, turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pertemuan dan penjajakan produk juga dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi lebih lanjut.
"Di SCBD, sebenarnya mostly adalah produk-produk kreatif Indonesia dan juga tentunya ada dari teman-teman di internasional, beberapa juga dari internasional juga sudah melakukan bilateral meeting dan juga penjajakan produknya. Termasuk misalnya dari Netflix ada, terus Tencent, terus berbagai internasional companies investment. Kita lihat nanti perkembangannya," ujar Ali.
Menurutnya, terbukanya akses pasar internasional diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi pelaku ekonomi kreatif nasional, tetapi juga pelaku usaha di daerah.
Kesempatan berinteraksi dengan mitra internasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha melalui kolaborasi lintas negara.
Selain agenda bisnis, WCCE 2026 menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Forum ini diikuti peserta dari 65 negara serta tujuh lembaga internasional, dengan menghadirkan 133 pembicara dari dalam dan luar negeri.
WCCE 2026 juga menghasilkan Deklarasi Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan menjadi landasan bagi pembahasan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai agenda ekonomi kreatif setelah 2030.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam pengembangan ekonomi kreatif global sekaligus mendorong peluang bisnis bagi pelaku industri dalam negeri.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026