Pemprov Jateng sebut investasi serap 340.334 tenaga kerja
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan, investasi di wilayah tersebut hingga triwulan III 2026 yang mencapai Rp72,54 triliun mampu menyerap ...
(Antara) 21/10/26 18:09 680504
Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan, investasi di wilayah tersebut hingga triwulan III 2026 yang mencapai Rp72,54 triliun mampu menyerap setidaknya 340.334 tenaga kerja dengan capaian 82.420 proyek.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu, mengatakan, pengembangan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Namun, kata dia, dibutuhkan investasi swasta serta kerja sama antardaerah untuk memperluas kegiatan usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka ajang Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang.
"\'Business forum\' ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama \'tourism\' (pariwisata), yang kedua \'trade\' (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan," katanya.
Karena itu, ia mendorong Kota Semarang menjadi pusat penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Melalui kolaborasi dengan daerah sekitarnya, kata dia, potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi diharapkan dapat dikembangkan untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.
Ia menilai Kota Semarang memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi yang dapat menghubungkan potensi daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.
Melalui pembagian peran dan kerja sama tersebut, masing-masing daerah diharapkan dapat mengembangkan keunggulannya, sekaligus saling mendukung dalam menarik investasi.
Ia mengatakan, Jateng memiliki daya tarik investasi di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal, yakni iklim usaha yang kondusif, serta didukung pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja yang kompetitif, terutama untuk industri padat karya.
"Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kolaborasi antardaerah menjadi kebutuhan dalam pengembangan investasi karena Kota Semarang memiliki keterbatasan lahan untuk pembangunan kawasan industri berskala besar.
Karena itu, kata dia, Kota Semarang lebih diarahkan untuk mengembangkan sektor perdagangan dan jasa, dengan tetap mengandalkan dukungan daerah penyangga yang memiliki potensi industri maupun sumber daya lainnya.
"Kota Semarang tidak bisa sendiri. Pemerintah Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan," katanya.
Ia mengatakan Sembiz yang telah terselenggara sebanyak 19 kali menjadi sarana mempertemukan investor dengan berbagai peluang usaha, salah satunya adalah pengembangan kawasan wisata Tinjomoyo dengan tetap mempertahankan fungsi hutannya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
#investasi #investasi-jateng #investasi-jawa-tengah #investasi-daerah #penanaman-investasi #pmdn
https://www.antaranews.com/berita/5802401/pemprov-jateng-sebut-investasi-serap-340334-tenaga-kerja