Kemenekraf tekankan isu keberlanjutan dalam pameran Creative Village
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengedepankan isu keberlanjutan (sustainability) pada penyelenggaraan pameran Creative Village dalam rangkaian World ...
(Antara) 21/10/26 21:20 698054
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengedepankan isu keberlanjutan (sustainability) pada penyelenggaraan pameran Creative Village dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, mulai dari penataan stan pameran hingga produk ramah lingkungan dari pelaku ekonomi kreatif lokal.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pendekatan tersebut diterapkan pada ajang Creative Village di kawasan SCBD antara lain dengan memanfaatkan ruang yang sudah tersedia dan menyebarkan kegiatan di sejumlah lokasi untuk menekan potensi limbah.
“Di SCBD Park, kita bisa melihat kalau Jakarta itu walkable city dan kedua, menggunakan ruang yang sudah ada untuk menunjukkan apa yang Indonesia punya tanpa terlalu banyak membangun dari awal sehingga tidak terlalu banyak juga limbahnya,” ujar dia kepada awak media usai membuka Creative Village di SCBD Park, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pembangunan stan dalam jumlah besar untuk acara berdurasi singkat berpotensi menghasilkan limbah setelah kegiatan selesai. Meski upaya daur ulang dapat dilakukan, penyelenggara perlu mempertimbangkan pendekatan yang mengurangi kebutuhan pembangunan sejak awal.
Atas pendekatan tersebut, kegiatan WCCE 2026 diselenggarakan di beberapa titik, termasuk kawasan SCBD Park dan Ashta. Pemanfaatan ruang terbuka yang sudah tersedia diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pembangunan stan pameran baru sekaligus menghadirkan pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati berbagai produk kreatif.
Selain aspek penyelenggaraan acara, prinsip keberlanjutan juga ditampilkan melalui produk fesyen. Di area Ashta, pengunjung dapat melihat produk sustainable fashion yang menggunakan material alternatif, seperti linen, bahan dari ampas kopi, serta jaring nelayan bekas yang tidak lagi digunakan.
Irene menilai pemanfaatan material tersebut menunjukkan peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menghadirkan inovasi produk sekaligus merespons perhatian global terhadap isu lingkungan.
“Seluruh dunia lagi ingin melihat, apa yang bisa aku lakukan untuk membuat dunia lebih baik, dan saya berharap Indonesia terdepan di isu tersebut,” ujar dia.
Penerapan prinsip keberlanjutan dalam WCCE 2026 memperlihatkan dua pendekatan, yakni mengurangi potensi limbah dari penyelenggaraan acara dan menampilkan inovasi produk kreatif yang memanfaatkan material alternatif.
Pendekatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karya pelaku kreatif Indonesia kepada pengunjung dan pemangku kepentingan internasional sekaligus memperluas akses pasar produk lokal melalui investasi jangka panjang.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026