Event WJNC di Malioboro Yogyakarta gerakkan perekonomian masyarakat
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyatakan event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di kawasan Malioboro Yogyakarta pada 5-7 Oktober 2026 tidak hanya menjadi ...
(Antara) 07/10/26 15:18 7710
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyatakan event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di kawasan Malioboro Yogyakarta pada 5-7 Oktober 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi wisatawan, namun berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
"Wisatawan pada belanja sehingga perekonomian bisa bergerak dan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta melalui pariwisata bisa diwujudkan bersama-sama," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, aktivasi kawasan dan keterlibatan komunitas seperti dalam Pawai Ekosistem Malioboro pada 6 Oktober dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja wisatawan melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Length of stay (durasi tinggal)-nya dapat, pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dapat, spending money (belanja)-nya juga dapat," katanya.
Rangkaian kegiatan WJNC telah dimulai sejak Senin (5/10) dengan penampilan band-band komunitas di kawasan Malioboro, kemudian pawai komunitas pada 6 Oktober, selanjutnya Pawai Budaya Nuswantoro pada Rabu (7/10) dengan melibatkan tujuh pemerintah daerah.
Menurut dia, kegiatan WJNC yang menjadi puncak Hari Ulang Tahun HUT ke-270 Kota Yogyakarta tersebut akan ditutup dengan WJNC di kawasan Titik Nol Kilometer dengan menampilkan potensi seni dan budaya dari 14 kemantren (kecamatan) di Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keterlibatan komunitas itu sejalan dengan tema "Otentik Konkret", tema tersebut guna mengajak masyarakat mengangkat kekhasan Yogyakarta sekaligus menerjemahkannya dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat.
"Kita ingin mengangkat hal-hal yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan, kota pelajar, dan tentu banyak kearifan yang otentik di Kota Yogyakarta," katanya.
Menurut dia, keotentikan tersebut harus diwujudkan dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, sebab otentik seperti apa pun, kalau tidak bermanfaat bagi masyarakat, maka namanya tidak kongkret.
"Kita ingin menerjemahkan bagaimana hal-hal yang otentik itu kemudian bisa diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret yang bisa dinikmati oleh warga masyarakat," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026