Menekraf dorong ekraf jadi penggerak pertumbuhan negara berkembang

Menekraf dorong ekraf jadi penggerak pertumbuhan negara berkembang

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, ...

(Antara) 22/10/26 12:28 779640

Bagi banyak negara di Global South, ekonomi kreatif merupakan jalur nyata menuju pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan kebanggaan terhadap cerita kita sendiri

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Riefky mengatakan ekonomi kreatif memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan terhadap karya lokal, terutama bagi negara-negara di kawasan Global South.

“Bagi banyak negara di Global South, ekonomi kreatif merupakan jalur nyata menuju pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan kebanggaan terhadap cerita kita sendiri,” ujar Riefky dalam acara pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis.

Riefky mengatakan, penyelenggaraan WCCE ke lima tahun ini menjadi salah satu fokus Indonesia dalam memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai bagian dari agenda pembangunan global.

Potensi ekonomi kreatif juga tercermin dari nilai perdagangan global. Riefky mengutip data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang menunjukkan ekspor barang dan jasa kreatif dunia mencapai sekitar 1,7 triliun dolar AS pada 2024.

Sementara itu, di Indonesia, sektor ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Kontribusi tersebut menunjukkan peran sektor kreatif dalam menopang aktivitas ekonomi nasional sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia mengatakan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi pemerintah, kreator, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat ekosistem industri sekaligus memperluas manfaat ekonomi kreatif.

Melalui WCCE 2026, Indonesia juga berupaya memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan internasional. Riefky menyampaikan bahwa Indonesia telah membawa isu tersebut ke Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusi yang diadopsi pada 2019 dan 2023.

Dalam pidatonya, ia turut menyebut delegasi Indonesia di New York sedang mengupayakan pembaruan resolusi pada Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Isu ekonomi kreatif diharapkan terus menjadi bagian dari pembahasan pembangunan global sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

WCCE 2026 mengangkat tema Inclusively Creative, Collective Continuity dengan empat pilar pembahasan, yakni teknologi, kecerdasan buatan dan transformasi digital meliputi keberlanjutan dan ekonomi sirkular, kekayaan intelektual dan hak kreatif, serta inklusi, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas.

Keempat pilar tersebut akan menjadi landasan Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan memperkuat arah pengembangan ekonomi kreatif di tingkat global.

Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong agar potensi ekonomi kreatif tidak hanya diakui sebagai bagian dari sektor budaya, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan peluang usaha bagi negara-negara berkembang.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

#ekraf #wcce-2026 #pertumbuhan-ekonomi

https://www.antaranews.com/berita/5803993/menekraf-dorong-ekraf-jadi-penggerak-pertumbuhan-negara-berkembang