Danantara beli saham-saham di Bursa dalam dua hari ini, utamanya BUMN
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan mulai membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, ...
(Antara) 22/10/26 13:30 785039
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan mulai membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, terutama saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring valuasinya saat ini yang dinilai menarik dan memiliki prospek pertumbuhan baik.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan keputusan pembelian tersebut didasarkan pada pertimbangan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan dengan risiko investasinya.
“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,” ujar Pandu dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.
Menurut Pandu, saham-saham perusahaan BUMN memiliki fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang baik, serta valuasinya saat ini menarik sehingga memberikan peluang investasi bagi Danantara.
Ia mengungkapkan, Danantara akan terus menambah kepemilikan saham selama peluang investasi yang tersedia masih menawarkan keseimbangan risiko dan imbal hasil yang menarik.
Di sisi lain, Ia memastikan strategi investasi Danantara tetap berorientasi pada keuntungan dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus,” kata Pandu.
Dalam kesempatan ini, Pandu menyoroti isu terkait penyedia indeks global MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini.
Menurut dia, terdapat perbedaan antara persoalan yang berkembang di pasar modal dan kondisi perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.
Dengan demikian, Ia menekankan pentingnya melihat kondisi perusahaan berdasarkan fundamental masing-masing, terutama perusahaan BUMN yang dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan.
Pandu memastikan Danantara akan tetap berfokus pada fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menentukan keputusan investasi, sembari memanfaatkan peluang yang muncul dari kondisi pasar saat ini.
Ia menilai kondisi pasar modal saat ini menawarkan peluang investasi yang menarik, khususnya pada saham-saham BUMN yang memiliki prospek pertumbuhan dan valuasi yang dinilai kompetitif.
Dalam strategi investasi di pasar modal, Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan bahwa Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung (stock picking), melainkan bermitra dengan pengelola investasi profesional, baik di pasar domestik maupun global.
Sebelum menjalin kemitraan, Danantara melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap calon mitra, termasuk menilai pengalaman, rekam jejak investasi, eksposur, serta proses investasi yang dijalankan.
Stefanus mengatakan bahwa Danantara telah menempatkan dana dalam jumlah cukup besar di pasar domestik dan siap mengerahkan dana investasi dengan besaran yang kurang lebih serupa dengan penempatan sebelumnya, namun, Ia belum dapat mengungkapkan nilai investasi tersebut.
Adapun, pendekatan bermitra dengan pengelola profesional tersebut juga diterapkan oleh Danantara dalam investasi publik serta investasi tidak langsung pada ekuitas swasta (private equity) dan kredit swasta (private credit).
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
#badan-pengelola-investasi-daya-anagata-nusantara #danantara-indonesia #danantara #indeks-harga-saham-gabungan #ihsg #pasar-modal-indonesia