Bapanas gelar GPM di 38 provinsi agar pangan terjangkau ke pelosok

Bapanas gelar GPM di 38 provinsi agar pangan terjangkau ke pelosok

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk memperluas akses pangan terjangkau ...

(Antara) 22/10/26 15:04 793680

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk memperluas akses pangan terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga ke masyarakat pelosok.

Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto mengatakan pelaksanaan GPM secara serentak merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

"Makin sering kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah, lebih baik. Mudah-mudahan gerakan ini membantu masyarakat seluruh Indonesia," kata Ito dalam GPM serentak di 38 provinsi yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026, Bapanas bersama seluruh jajaran daerah dan mitra menyelenggarakan GPM Nasional secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Ito turut meninjau langsung pelaksanaan GPM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran pemerintah kota setempat serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dia menuturkan kegiatan itu menjadi perhatian pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi bersama Bulog, ID FOOD, dan BUMN pangan lainnya dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan program stabilisasi pasokan dan harga pangan juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk dalam menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Langkah masif itu menjadi wujud nyata menghadirkan pangan berkualitas dengan harga ramah kantong langsung ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

Di Jakarta, aksi jemput bola difokuskan di tiga titik wilayah padat pemukiman dan bantaran sungai yakni di kolong flyover Kalibata, Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur dan Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

​Penguatan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berdaulat selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan hasil konkret.

​Di setiap titik GPM, warga antusias mengakses aneka bahan pokok mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, telur, daging ayam, daging sapi, hingga cabai dan bawang segar dengan harga di bawah rata-rata pasar.

Kehadiran stan-stan yang dikelola Dinas Daerah bersama Bulog dan pelaku usaha lokal ini diharapkan kembali menunjukkan efektifitasnya dalam menekan inflasi daerah.

Berikut beberapa harga bahan pangan yang disediakan di GPM wilayah Jakarta beras SPHP Rp11.000/kg, beras premium Rp14.600/kg, Minyakita Rp 15.000/liter, minyak goreng premium Rp20.000/liter, gula maniskita 17.000/kg, daging ayam ras Rp36.500/kg.

Kemudian daging sapi Rp117.000/kg, cabai rawit merah Rp32.500/kg, cabai merah keriting Rp32.500/kg, dan bawang merah Rp35.000/kg, dan bawang putih Rp30.000/kg.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, ​kegiatan dikemas dengan aksi kepedulian sosial para mitra. Perum Bulog menyerahkan bantuan CSR berupa 400 paket beras premium kemasan 5 kg untuk 400 penerima manfaat.

Sementara itu, ID FOOD menyalurkan 2.700 lembar voucher belanja senilai Rp15.000 per voucher yang dibagikan secara merata di tiga lokasi Jakarta dan bisa langsung dibelanjakan di stan GPM.

Bapanas mengimbau seluruh Kepala Daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga laju kolaborasi ini secara intensif hingga akhir tahun 2026.

Dengan menggelorakan GPM dan optimalisasi SPHP secara berkala di daerah masing-masing, laju inflasi dapat terus terjaga dan kesejahteraan masyarakat makin kokoh.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menegaskan swasembada pangan harus memberikan manfaat bagi seluruh elemen bangsa baik di sektor hulu maupun hilir.

Menurutnya, ada dua tujuan utama yang harus diwujudkan yaitu kesejahteraan petani dan masyarakat.

"Kesejahteraan petani ini menyangkut dengan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat menyangkut dengan daya beli masyarakat terhadap pangan," kata Wamentan saat meninjau pelaksanaan GPM di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatsn Tebet, Jakarta Selatan.

"Kita harus sama-sama menjaga kestabilan ini, keseimbangan ini dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan suatu keadilan dan kemakmuran," tambah Wamentan.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#bapanas #gpm-di-38-provinsi #pangan-terjangkau #pelosok

https://www.antaranews.com/berita/5804401/bapanas-gelar-gpm-di-38-provinsi-agar-pangan-terjangkau-ke-pelosok