Barantin: Ekspor lima komoditas buah ke China ditaksir Rp5,94 triliun
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkirakan nilai ekspor lima komoditas buah tropis Indonesia ke China mencapai Rp5,94 triliun berdasarkan data ...
(Antara) 22/10/26 19:32 817439
Keberhasilan membuka pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha, kemampuan melacak asal-usul produk atau ketertelusuran serta konsistensi menjaga kualitas dan kesehatan produk
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkirakan nilai ekspor lima komoditas buah tropis Indonesia ke China mencapai Rp5,94 triliun berdasarkan data sertifikasi karantina periode 2025 hingga 2026 yang masih berjalan.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Dian Seri Rezeki Kusumastuti mengatakan kelima komoditas tersebut meliputi durian dengan nilai Rp3,16 triliun, manggis Rp2,63 triliun, salak Rp77,22 miliar, nanas Rp32,77 miliar dan pisang Rp32,59 miliar.
"Potensi buah tropis kita luar biasa besar. Tugas kita bersama adalah memastikan pasar global mau menerimanya," kata Dian dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, potensi produksi buah tropis Indonesia perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan, terutama terkait kesehatan tumbuhan, mutu produk dan ketertelusuran atau traceability asal komoditas.
Pemenuhan persyaratan tersebut diperlukan tidak hanya untuk membuka akses pasar baru, tetapi juga mempertahankan kepercayaan negara mitra terhadap produk pertanian Indonesia.
"Keberhasilan membuka pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha, kemampuan melacak asal-usul produk atau ketertelusuran serta konsistensi menjaga kualitas dan kesehatan produk," ujar Dian.
Sebagai otoritas perlindungan tumbuhan nasional atau National Plant Protection Organization (NPPO), Barantin melakukan komunikasi dan diplomasi teknis dengan otoritas karantina negara mitra untuk menyepakati persyaratan ekspor.
Melalui langkah tersebut, Barantin berupaya memperluas akses pasar sekaligus menjaga kelancaran pengiriman komoditas pertanian Indonesia ke negara tujuan.
Di tingkat pelaku usaha, Barantin memberikan layanan pemeriksaan, sertifikasi dan pendampingan, termasuk kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar produk yang diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan.
Pendampingan tersebut juga dilakukan melalui pameran perdagangan internasional dan forum bisnis yang mempertemukan eksportir, otoritas karantina serta calon pembeli luar negeri.
Salah satunya melalui forum bisnis bertajuk "Accelerating Agricultural Exports: Fitosanitari Buah Tropis Global" dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, eksportir manggis Neng Nenden Mulyaningsih menyampaikan komunikasi dengan petugas karantina membantu pelaku usaha dalam pengurusan dokumen dan penyelesaian kendala persyaratan ekspor.
Sementara itu, eksportir buah segar Daniel Muhammad Aulia menilai penjelasan mengenai ketentuan negara tujuan diperlukan agar pelaku usaha dapat mempersiapkan produk sesuai standar yang ditetapkan.
Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Barantin Abdul Rahman turut mengatakan keberhasilan memperoleh akses pasar harus diikuti kemampuan eksportir mempertahankan kualitas dan memenuhi standar secara konsisten.
"Ekspor bukan cuma soal bagaimana produk kita bisa masuk ke suatu negara, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bisa terus bertahan di pasar tersebut," kata Rahman.
Menurut dia, kualitas produk, ketertelusuran dan konsistensi pemenuhan persyaratan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar.
Persyaratan fitosanitari dalam perdagangan buah antara lain dapat mencakup pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, perlakuan karantina, pengemasan, ketertelusuran asal produk serta sertifikasi.
Karena itu, Barantin mengimbau pelaku usaha berkonsultasi sejak awal sebelum melakukan ekspor agar persyaratan negara tujuan dapat dipersiapkan sejak tahap produksi di kebun hingga pengiriman.
Lebih lanjut, Barantin menekankan penguatan ekspor buah tropis membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, asosiasi dan eksportir untuk menjaga kualitas produk sekaligus memperluas peluang pasar internasional.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#badan-karantina-indonesia #ekspor-buah-tropis #china #fitosanitari #perdagangan-internasional #barantin