TNBTS buka seluruh akses wisata di area Penanjakan Gunung Bromo
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka seluruh akses wisata di area Penanjakan, kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, setelah sempat ...
(Antara) 22/10/26 21:39 829319
Berdasarkan perkembangan dan hasil pemantauan di lapangan telah menunjukkan bahwa tidak ditemukan lagi titik api, sehingga akses wisata di area Penanjakan yang sempat dibatasi dibuka kembali pada 23 Oktober 2026
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka seluruh akses wisata di area Penanjakan, kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, setelah sempat dilakukan pembatasan akibat kebakaran beberapa waktu lalu.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan resmi diterima di Kota Malang, Kamis malam, mengatakan pembukaan seluruh akses wisata di Penanjakan mulai diberlakukan pada Jumat (23/10) pukul 01.00 WIB.
"Berdasarkan perkembangan dan hasil pemantauan di lapangan telah menunjukkan bahwa tidak ditemukan lagi titik api, sehingga akses wisata di area Penanjakan yang sempat dibatasi dibuka kembali pada 23 Oktober 2026," kata Rudi.
Dibukanya akses wisata di Penanjakan yang masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan, diumumkan oleh Balai Besar TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.30/T.8/TU/HMS.01.07/B/10/2026 yang diterbitkan Kamis ini.
Untuk diketahui, pintu masuk menuju Gunung Bromo membentang di empat daerah, yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Lumajang dan Pasuruan.
Secara keseluruhan, Balai Besar TNBTS menerapkan kuota kunjungan wisata ke Gunung Bromo sebanyak 2.752 wisatawan per hari.
Rudi mengingatkan kepada wisatawan dan pelaku usaha jasa wisata agar mematuhi ketentuan yang berlaku serta arahan dari petugas saat berada di area Penanjakan.
Salah satu aturannya adalah tak melakukan tindakan atau aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, seperti membuat api unggun atau perapian dan membakar sesuatu benda.
Kemudian, tidak membuang puntung rokok, korek api, maupun benda lain yang dapat menjadi sumber api.
"Tetap menjaga kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan serta mengutamakan keselamatan bersama," ujarnya.
Dia juga mengimbau setiap orang yang berada di kawasan Gunung Bromo dan melihat maupun menemukan titik api supaya segera melaporkan kepada petugas, sehingga penanganan bisa dilakukan secepatnya.
"Harus menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan dan kelestarian kawasan," ucap dia.
Balai Besar TNBTS mengingatkan wisatawan dan pelaku jasa wisata tidak boleh mengganggu kegiatan pemantauan, patroli dan pengamanan yang dilaksanakan oleh petugas.
"Kami berharap seluruh pihak dapat menyikapi pembukaan kembali akses wisata dengan mengedepankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan menjaga seluruh area taman nasional supaya aman dari kebakaran," tuturnya.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#gunung-bromo #penanjakan-gunung-di-bromo #akses-penanjakan-dibuka