Menko Bahlil evaluasi ekspor gas untuk bangun industri petrokimia

Menko Bahlil evaluasi ekspor gas untuk bangun industri petrokimia

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan akan mengevaluasi ekspor gas untuk mengoptimalkan konsumsi dalam ...

(Antara) 23/10/26 15:20 924629

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan akan mengevaluasi ekspor gas untuk mengoptimalkan konsumsi dalam negeri, sebab Indonesia akan membangun industri hilirisasi petrokimia.

“Ke depan, saya akan mencoba untuk melakukan exercise (kajian) ulang agar mengoptimalkan untuk konsumsi di dalam negeri, termasuk di dalamnya adalah bahan baku,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pengembangan industri hilirisasi petrokimia, di mana bahan bakunya adalah gas. Oleh karena itu, pemerintah akan mengkaji ulang ekspor gas Indonesia.

Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa dari 100 persen produksi gas Indonesia, sebesar 30 persen diekspor ke luar negeri sementara 70 persennya untuk konsumsi domestik. Angka tersebutlah yang nanti akan dikaji kembali oleh Bahlil.

Di sisi lain, ketika disinggung mengenai rencana pemerintah untuk mengevaluasi ekspor gas ke negara tetangga, Bahlil menyampaikan dalam membuat keputusan, pemerintah sudah memikirkan semuanya.

“Pemerintah dalam membuat keputusan, setiap langkah sudah memikirkan semuanya. Yang jelas bahwa kami menghargai semua hubungan dengan siapa saja, tapi juga asas penghargaan harus sama juga, ya,” ujar Bahlil.

Ketika meresmikan proyek Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub, Bahlil menyampaikan Indonesia akan membangun pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur yang berbahan baku gas.

Proses-proses untuk menciptakan nilai tambah, tutur Bahli, harus dilakukan seiring dengan berbagai temuan gas yang dapat menambah pasokan bahan baku.

Adapun yang menjadi alasan mengapa Bahlil tidak membangun industrinya di Jakarta, yakni untuk melakukan pemerataan bagi daerah penghasil sumber daya alam.

“Dengan menciptakan hilirisasi di daerah, berarti menciptakan lapangan lapangan pekerjaan di daerah, nilai tambah di daerah, meningkatkan PNBP daerah, menjadikan daerah sebagai tuan di negerinya sendiri,” kata Bahlil.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#bahlil-lahadalia #evaluasi-ekspor-gas #industri-petrokimia

https://www.antaranews.com/berita/5807275/menko-bahlil-evaluasi-ekspor-gas-untuk-bangun-industri-petrokimia