Himperra usulkan batas harga rumah subsidi diperluas jawab kebutuhan

Himperra usulkan batas harga rumah subsidi diperluas jawab kebutuhan

DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengusulkan perluasan batas harga rumah subsidi hingga Rp300 juta-Rp400 juta guna menjawab ...

(Antara) 11/10/26 16:08 93539

Perluasan harga rumah subsidi tentu akan membuat pengembang memperhitungkan kemudahan akses dengan pusat aktivitas di wilayah perkotaan.

Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengusulkan perluasan batas harga rumah subsidi hingga Rp300 juta-Rp400 juta guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan hunian tapak, khususnya kalangan anak muda.

Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono, di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dengan besaran harga tersebut, maka masih ada kemungkinan anak muda yang memiliki pendapatan tidak lebih dari Rp17 juta per bulan bisa memiliki rumah.

"Semula yang FLPP (Fasilitas Lukuiditas Pembiayaan Perumahan) mendapatkan subsidi, tetapi nanti harga Rp300 juta-Rp400 juta dapat. Jadi, penghasilan Rp17 juta itu bukan berarti yang gajinya per bulan di bawah angka itu tidak dapat mengakses, tetapi justru bisa semua," kata Ari.

Perluasan harga rumah subsidi tentu akan membuat pengembang memperhitungkan kemudahan akses dengan pusat aktivitas di wilayah perkotaan.

Ia menyampaikan kalangan anak muda dalam memilih lokasi tempat tinggal punya kecenderungan memperhitungkan kedekatan jarak dan kemudahan akses menuju tempat bekerja dan pusat keramaian umum, meski tidak langsung berada di pusat kota.

"Bunga yang biasanya 12 persen sampai 13 persen, karena subsidi nanti bisa di kisaran enam atau tujuh persen, separuhnya. Orang yang membayar Rp3 juta bisa jadi Rp1,5 juta dengan cara ini," ujarnya lagi.

Ari menyampaikan, usulan tersebut sekaligus menjadi solusi terhadap dinamika yang sedang muncul di sektor perumahan.

Saat ini, para pengembangan sedang menghadapi persoalan kenaikan harga bahan baku konstruksi bangunan, sehingga perlu melakukan penyesuaian terhadap harga jual.

Menurutnya, kenaikan harga konstruksi bukan lagi berada di angka lima sampai sepuluh persen tetapi sudah menyentuh 30 persen.

"Satu-satunya cara subsidinya dilebarkan, sehingga pengembangan yang tidak bisa lagi membangun untuk harga murah, dia membangun untuk harga di atasnya," ujar dia.

Selain itu, dirinya memastikan bahwa Himperra tetap mendukung penuh upaya pemerintah menyediakan hunian subsidi melalui FLPP untuk mengatasi backlog kepemilikan hunian.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026, backlog kepemilikan rumah turun menjadi 9,29 juta rumah dari Maret 2025 yang berada di angka 9,64 juta rumah.

Sedangkan untuk realisasi FLPP mencapai 178.211 unit atau sekitar 50,92 persen per 9 Oktober 2026 dari target 350 ribu unit rumah.

"Saya menjamin Himperra full power," katanya pula.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

#himpunan-pengembang-permukiman-dan-perumahan-rakyat #dpp-himpera #rumah-subsidi

https://www.antaranews.com/berita/5780893/himperra-usulkan-batas-harga-rumah-subsidi-diperluas-jawab-kebutuhan