Pertamina perluas akses pasar UMKM lokal lewat ajang MotoGP Mandalika
PT Pertamina (Persero), melalui PT Pertamina Patra Niaga, memanfaatkan momentum balapan motor dunia MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, ...
(Antara) 11/10/26 16:42 93885
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero), melalui PT Pertamina Patra Niaga, memanfaatkan momentum balapan motor dunia MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memperluas akses pasar produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan melalui booth MyPertamina, Pertamina menghadirkan produk kerajinan unggulan Lombok sebagai merchandise resmi, yang dapat dibeli pengunjung selama penyelenggaraan ajang balap internasional pada 9-11 Oktober 2026.
Kehadiran produk UMKM di tengah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi produk, perluasan akses pemasaran, serta pengenalan karya perajin daerah kepada konsumen yang lebih luas, termasuk pengunjung dari berbagai daerah dan mancanegara.
Kitty mengatakan Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada dunia.
"Kami ingin menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk UMKM lokal. Produk kerajinan yang dipasarkan sebagai official merchandise di booth MyPertamina jadi salah satu cara untuk mempertemukan karya perajin Lombok dengan pengunjung internasional. Kami harap kesempatan ini memperluas pengenalan produk, membuka peluang pasar, dan mendorong pertumbuhan UMKM," ujarnya.
Salah satu UMKM yang berpartisipasi adalah Loyok Kreatif, usaha kerajinan anyaman bambu yang diprakarsai Agus Hartadi di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
Dibentuk pada 2017, kelompok ini mengembangkan keterampilan menganyam, yang diwariskan secara turun-temurun menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti tas dan kerajinan berbahan bambu, rotan, serta material lainnya.
Loyok menggabungkan keterampilan tradisional dengan pengembangan desain yang mengikuti kebutuhan pasar.
Selain itu, sebagai pelaku UMKM penyandang disabilitas, Agus juga menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya, membangun usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pertamina turut pula menghadirkan UMKM lokal D\'Etnick Istana Mutiara Lombok, usaha milik Janual Aidi, yang mengembangkan produk aksesori dan perhiasan berbahan mutiara.
Janual mengatakan keikutsertaannya dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan mutiara Lombok kepada konsumen lokal maupun mancanegara.
"Event ini sangat penting bagi kami karena tidak hanya mendatangkan customer pada hari pelaksanaan, tetapi juga memberikan database berupa kontak dan asal negara pengunjung yang dapat kami manfaatkan untuk menentukan target pasar," ujarnya.
Kitty menambahkan pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pembinaan, tetapi juga dengan menghadirkan peluang pemasaran yang konkret.
"Partisipasi UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh, memperkenalkan produknya, dan menjangkau konsumen baru. Kami harap ajang ini memberi nilai tambah bagi UMKM sekaligus memperkuat keterhubungan antara penyelenggaraan ajang internasional dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," sebutnya.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026