FKS-Al Fatah berkolaborasi produksi tempe untuk penuhi protein santri
Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, berkolaborasi dengan perusahaan FKS Group untuk memproduksi tempe yang lebih higienis guna mencukupi ...
(Antara) 23/10/26 18:55 943710
Magetan, Jawa Timur (ANTARA) - Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, berkolaborasi dengan perusahaan FKS Group untuk memproduksi tempe yang lebih higienis guna mencukupi kebutuhan protein nabati para santri.
"Saat ini produksi tempe per hari berkisar 100-200 kilogram kedelai," kata Penanggung Jawab rumah produksi tempe di Ponpes Al Fatah Temboro Hasan Syarif di Magetan, Jumat.
Menurut dia, produksi tempe kali ini merupakan bentuk kolaborasi antara Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan dengan perusahaan FKS Group.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang sudah berjalan dua bulan lebih itu telah memberikan manfaat bagi mereka, terutama dalam menyediakan protein nabati untuk para santrinya.
Hasan menjelaskan bahwa produksi tempe yang baru berjalan kurang lebih dua bulan tersebut masih terus disempurnakan dan hasilnya kini sudah bisa dinikmati oleh para santri.
"Kalau sekarang memang belum bisa memenuhi kebutuhan bagi semua santri, karena kapasitas produksi yang belum banyak. Apalagi santri di Al Fatah mencapai 20 ribuan," ujarnya.
Hasan yang juga tenaga pendidik di Ponpes Al Fatah itu mengaku untuk dapat memenuhi kebutuhan santri, produksi tempe harus ditingkatkan tiga sampai lima kali lipat dan itu akan diupayakan seiring berjalannya waktu.
Hasan mengatakan bahwa peran FKS Group begitu besar, karena mereka memberikan pelatihan dan juga alat produksi tempe yang lebih memiliki nilai gizi serta higenis.

Sementara itu, mitra dari FKS Foundation Ari Handoko mengatakan bahwa dipilihnya tempe untuk memenuhi kebutuhan protein nabati santri Al Fatah ini dikarenakan tempe menjadi salah satu menu favorit di pesantren.
Untuk itu, pihaknya mencoba menjembatani antara FKS dan Ponpes Al Fatah agar bisa memproduksi tempe sendiri. Selain itu kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan bekal kepada para santri untuk menjadi enterpreneur.
"Dibangunnya pabrik tempe di pesantren ini diharapkan dapat memberdayakan ekonomi. Selain itu bisa mengurangi kos belanja pesantren," katanya.
Ari mengatakan, selain memberikan ilmu terkait pembuatan tempe yang baik, Al Fatah dan FKS ke depannya juga akan bersinergi dalam budi daya kedelai sehingga kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi dari hulu hingga hilir.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026