Agrinas Palma gandeng perajin Sleman kembangkan batik sawit
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggandeng perajin batik asal Sleman, Smart Batik Indonesia, untuk mengembangkan batik sawit melalui pemanfaatan olahan ...
(Antara) 23/10/26 19:48 948480
Yogyakarta (ANTARA) - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggandeng perajin batik asal Sleman, Smart Batik Indonesia, untuk mengembangkan batik sawit melalui pemanfaatan olahan sawit sebagai bahan pendukung produksi hingga inspirasi motif batik.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Agrinas Palma Nusantara Gatut Mukti mengatakan pihaknya menemukan Smart Batik Indonesia sebagai perajin yang memiliki inovasi dalam memanfaatkan turunan sawit untuk produksi batik.
“Ini inovasi yang unik, karena biasanya sawit itu digunakan oleh masyarakat untuk bahan tambahan cokelat, margarin, sampo, sabun, untuk pasta gigi,” kata Gatut saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama di Smart Batik Indonesia, Sleman, Jumat.
Menurut dia, perajin yang berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo tersebut konsisten menggunakan malam berbahan turunan sawit yang berpotensi terus dikembangkan.
Ia mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sawit yang memberikan dampak ekonomi dan berkelanjutan.
“Mengedukasi bahwa sawit itu berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gatut mengatakan pihaknya juga berencana mengembangkan pemanfaatan cangkang sawit sebagai bahan pewarna organik untuk batik, serta bagian tanaman sawit lainnya sebagai unsur inovasi motif.
“Ke depannya juga akan melakukan inovasi terkait dengan elemen pohon sawit, baik daun, lidinya. Makin banyak yang inovasi kan menambah nilai ekonomi,” katanya.
Selain pengembangan produk, Agrinas Palma Nusantara akan bekerja sama dengan Smart Batik Indonesia untuk mengedukasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar perkebunan sawit di berbagai wilayah Indonesia.
“Jadi nanti akan keliling ke sekolah-sekolah, mengedukasi, mengajarkan bagaimana batik dari sawit itu sangat ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Smart Batik Indonesia Miftahudin Nur Ihsan mengatakan pihaknya mulai mengembangkan formulasi malam berbahan sawit untuk batik tulis pada akhir 2023.
“Jadi kami memperoleh bahan baku dari beberapa perusahaan sawit, tapi memang sudah dalam bentuk packing,” katanya.
Menurut dia, malam berbahan sawit memiliki sejumlah keunggulan, antara lain aroma yang dihasilkan saat dipanaskan tidak terlalu menyengat dan lebih mudah digunakan dalam proses membatik.
Meski menggunakan bahan berbeda, ia mengatakan hasil akhir batik berbahan malam sawit tidak terlalu berbeda dari batik yang menggunakan malam konvensional.
“Kalau dari sisi kualitas dibandingkan dengan batik yang pada umumnya, sebenarnya kalau di hasil akhir itu tidak terlalu berbeda. Karena memang yang kita pakai itu kan sebenarnya di proses pembuatan,” ujarnya.
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026