Menhaj sebut ekosistem haji dan umrah DIY berpotensi gerakkan ekonomi

Menhaj sebut ekosistem haji dan umrah DIY berpotensi gerakkan ekonomi

Menteri Haji (Menhaj) dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut ekosistem haji dan umrah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpotensi ...

(Antara) 23/10/26 20:40 953250

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Haji (Menhaj) dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut ekosistem haji dan umrah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui perputaran uang yang relatif besar.

“Umrah di DIY setahun ada 300.000 orang. Itu kalau paling murah (biayanya) Rp30 juta, tinggal kalikan saja. Itu uang yang berputar di situ,” kata Gus Irfan saat menghadiri DIY Expo 2026: UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Jumat.

Menurut dia, sebagian dari perputaran uang tersebut diharapkan dapat dinikmati masyarakat setempat sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Kita berharap katakanlah 10–20 persen sudah yang bisa berputar di masyarakat kita dan itulah yang kita upayakan untuk bisa terwujud,” ujarnya.

Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menggelar Expo Haji dan Umrah sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang jasa perjalanan haji dan umrah.

“Tadi kita saksikan sebagian dari UMKM juga menandatangani kontrak atau kerja sama. Bagi saya ini awal yang bagus dengan harapan teman-teman UMKM ini bisa mengambil manfaat daripada pola bisnis seperti ini di kemudian hari,” katanya.

Ia mengatakan penyelenggaraan expo di JEC merupakan pelaksanaan keempat setelah kegiatan serupa digelar di sejumlah daerah, yakni Madiun, Denpasar, dan Gowa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk UMKM, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Expo ini mencerminkan komitmen kita semua untuk melahirkan produk UMKM yang kreatif dan bernilai tambah tinggi, menguatkan inovasi rantai pasok digital,” katanya.

Ia menyampaikan DIY Expo 2026 mengusung tema “Sinergi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dalam Pengembangan Ekosistem Ekonomi Syariah dan Umrah yang Kreatif, Inovatif, Tech to Basic” dan melibatkan ratusan pelaku UMKM.

“Sekitar 130 pelaku usaha UMKM direncanakan mengikuti proses kurasi untuk dipertemukan dengan calon mitra bisnis, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), konsorsium penyedia katering dan logistik, serta perbankan syariah,” ujarnya.

Jaenal menargetkan jumlah kunjungan dalam kegiatan tersebut mencapai 15.000 peserta, dengan sasaran calon jemaah haji 2027, duta jemaah haji periode 2024–2026, organisasi kemasyarakatan Islam, masyarakat umum, pondok pesantren, madrasah, serta berbagai unsur lainnya.

Ia berharap kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

#haji-dan-umrah #kementerian-haji-dan-umrah #diy #potensi-ekonomi

https://www.antaranews.com/berita/5808183/menhaj-sebut-ekosistem-haji-dan-umrah-diy-berpotensi-gerakkan-ekonomi