Geopark Meratus jajaki wisata edukasi dan konservasi di Gua Batu Hapu

Geopark Meratus jajaki wisata edukasi dan konservasi di Gua Batu Hapu

Badan Pengelola (BP) Meratus UNESCO Global Geopark menjajaki pengembangan wisata edukasi dan konservasi di Gua Batu Hapu, Kabupaten Tapin, dengan mengangkat ...

(Antara) 23/10/26 20:47 953790

Banjarmasin (ANTARA) - Badan Pengelola (BP) Meratus UNESCO Global Geopark menjajaki pengembangan wisata edukasi dan konservasi di Gua Batu Hapu, Kabupaten Tapin, dengan mengangkat keunikan satwa dan bentukan alam sebagai daya tarik sekaligus sarana mengenalkan pentingnya pelestarian ekosistem gua.

Kepala Bidang Pendidikan, Penelitian dan Konservasi BP Meratus UNESCO Global Geopark Ramadhan Jayusman di Banjarmasin, Jumat, mengatakan eksplorasi lanjutan menemukan ular Orthriophis taeniurus grabowskyi yang dikenal sebagai ular cantik karena warna kuning cerah hingga keemasan, sedang memangsa kelelawar Taphozous longimanus, sehingga memperlihatkan interaksi alami satwa dalam ekosistem gua.

“Keberadaan satwa tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata minat khusus, terutama bagi penggemar reptil dan herpetofauna yang ingin mengenal keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurut dia, potensi wisata minat khusus tidak selalu bergantung pada objek berskala besar, karena keunikan satwa, habitat yang masih alami, dan fenomena alam dapat menarik pengunjung untuk belajar lebih jauh tentang karakteristik suatu kawasan.

Selain menemukan ular yang memangsa kelelawar, tim juga mengidentifikasi ornamen alami gua yang bentuknya menyerupai gajah, melengkapi temuan sebelumnya tentang tiga jenis kelelawar yang hidup di dalam Gua Batu Hapu.

Ramadhan mengingatkan, pengembangan wisata harus disertai pendampingan pengelola situs bagi pengunjung yang memasuki bagian dalam gua serta pencegahan vandalisme yang dapat merusak ornamen alami dan mengganggu satwa.

Ia menegaskan, ornamen gua terbentuk melalui proses alam dalam waktu sangat panjang sehingga kerusakan akibat aktivitas manusia sulit dipulihkan, sementara pengunjung dapat menikmati keindahannya dengan mengamati dan mendokumentasikan tanpa menyentuh atau merusak bentukan alami maupun mengganggu satwa.

Ahli Geologi BP Meratus Geopark M. Aditya Rathomy mengatakan kondisi gua yang relatif terjaga memungkinkan habitat berbagai satwa dan ornamen alami tetap bertahan, sehingga kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata berbasis edukasi dan pelestarian alam.

Ia menjelaskan ornamen menyerupai gajah dapat diperkenalkan melalui pendekatan suiseki, yakni apresiasi terhadap keindahan bentuk alami tanpa mengubah wujud aslinya, agar pengunjung dapat menikmati keunikan bentukan alam sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian gua.

Dari sisi promosi, Anggota Bidang Promosi dan Pemasaran BP Meratus Geopark M. Fredly Andri menilai kemudahan akses, keunikan satwa, dan ornamen alami menjadi modal untuk memperkenalkan Gua Batu Hapu sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata sekaligus pengetahuan tentang kehidupan satwa dan proses alam.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan selaku Ketua Harian Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark Iwan Fitriady mengapresiasi hasil eksplorasi tersebut dan perlu ditindaklanjuti melalui kajian pengembangan destinasi secara terencana dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung, kelestarian lingkungan, kondisi kawasan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Perwakilan pengelola situs Gua Batu Hapu Hendri Hidayat dan Subianto berharap pengenalan potensi Gua Batu Hapu dapat meningkatkan kunjungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui jasa pemandu lokal, penjualan produk setempat, dan usaha pendukung lainnya tanpa menghilangkan keaslian kawasan.

BP Meratus Geopark berharap pengembangan yang terencana dapat menjadikan Gua Batu Hapu sebagai destinasi yang memadukan keanekaragaman hayati, keunikan geologi, edukasi, dan konservasi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#geopark-meratus #unesco-global-geopark #gua-batu-hapu #wisata-edukasi-dan-konservasi #kabupaten-tapin

https://www.antaranews.com/berita/5808207/geopark-meratus-jajaki-wisata-edukasi-dan-konservasi-di-gua-batu-hapu