WCCE 2026 ditutup, hasilkan tiga inisiatif penguatan ekosistem ekraf
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya resmi menutup rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar dari 21-23 Oktober 2026 ...
(Antara) 23/10/26 22:46 964680
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya resmi menutup rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar dari 21-23 Oktober 2026 dengan menghasilkan tiga inisiatif strategis sebagai langkah konkret untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan data ekonomi kreatif nasional.
Ketiga inisiatif tersebut meliputi Creative Economy Data Model (CEDM) yang dikembangkan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia kreatif.
“Tiga inisiatif ini akan menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, dan memperkuat ekonomi kreatif dari daerah, yang berkaitan dengan Jakarta Vision. Mari kita menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, kreatif menjadi kesempatan, dan kolaborasi menjadi kemakmuran bersama,” kata Riefky dalam closing ceremony WCCE 2026 di Kempinski Jakarta, Jumat.
Riefky menjelaskan CEDM dirancang untuk memetakan ekosistem ekonomi kreatif melalui tiga dimensi, yakni lingkungan bagi kreativitas, sumber daya pendukung kreativitas, serta nilai kreatif. Ketiga dimensi tersebut mencakup aspek seperti kekayaan intelektual, tata kelola, kondisi sosial budaya, infrastruktur, pembiayaan, pasar, serta kontribusi sosial ekonomi.
Model tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam ekosistem ekonomi kreatif sehingga menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan dan pengembangan sektor tersebut.
Sementara itu, Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 dikembangkan bersama Katadata sebagai referensi data dan arah strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional. Publikasi tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), ekonomi berbasis kekayaan intelektual, serta potensi dan peluang pengembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Inisiatif ketiga, Ekraf Academy, difokuskan pada penguatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja kreatif melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program tersebut dikembangkan bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi, dengan dukungan kerja sama 30 perguruan tinggi.
Pada tahun 2025, ekonomi kreatif nasional bertumbuh sekitar 6,8 persen, mendukung 27,4 juta pekerja, menarik 11,3 juta dolar AS dalam investasi, dan menyumbang ekspor sebesar 31,9 juta dolar AS. Riefky mengatakan perkembangan ini perlu dibarengi dengan dampak ekonomi nyata bagi penciptanya.
“CEDM dan Outlook membantu para pemangku kepentingan, terutama sektor kreatif membuat keputusan yang lebih terinformasi, dan mendukung Rindekraf 2026-2045,” kata Riefky.
Penguatan data dan kompetensi SDM menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah, sekaligus mendukung pengembangan potensi kreatif di berbagai wilayah Indonesia.
Gelaran WCCE 2026 telah melibatkan perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, dengan kehadiran 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta 7.639 peserta. Sementara itu, Creative Village di kawasan SCBD dikunjungi lebih dari 20 ribu orang.
Konferensi ini juga mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk membahas peluang serta tantangan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan global.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026