Gandrung Sewu Banyuwangi tahun ini usung tema

Gandrung Sewu Banyuwangi tahun ini usung tema "Kembang Dermo"

Pergelaran Gandrung Sewu 2026 yang akan digelar di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengusung tema "Kembang Dermo" yang ...

(Antara) 23/10/26 23:35 969000

untuk pertama kalinya Gandrung Sewu digelar pada malam hari

Banyuwangi (ANTARA) - Pergelaran Gandrung Sewu 2026 yang akan digelar di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengusung tema "Kembang Dermo" yang mengangkat nilai adat dan tradisi yang hidup serta berkembang di tengah masyarakat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat, menyampaikan pertunjukan Gandrung Sewu tahun ini bertajuk Glow in the Dark ini menjadi langkah baru dalam menghadirkan seni tradisi kepada publik tanpa meninggalkan akar budayanya.

"Perubahan waktu pertunjukan bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda, panggung malam membuka ruang eksplorasi artistik yang lebih luas, dengan permainan cahaya dan visual yang memperkuat kemegahan gerak ribuan penari Gandrung," katanya.

Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Gandrung Sewu pada Sabtu (24/10) malam, merupakan tahun ke-14 pelaksanaan Gandrung Sewu, dan menjadi perjalanan panjang sebuah festival.

Ia mengemukakan bahwa Festival Gandrung Sewu Banyuwangi telah menempuh perjalanan cukup panjang, sejak pertama kali digelar pada 2012.

Agenda tahunan ini, lanjut Ipuk, bermula dari keinginan mengangkat sejarah tari gandrung, festival tari kolosal ini terus berkembang menjadi panggung kebanggaan Banyuwangi yang merawat tradisi, sekaligus menghadirkan cerita baru setiap tahunnya.

"Selama lebih dari satu dekade, ribuan penari Gandrung telah tampil bersama di kawasan Pantai Marina Boom, dengan latar Selat Bali. Setiap pergelaran membawa tema berbeda, mengangkat kekayaan sejarah, adat, perjuangan, hingga keberagaman budaya yang hidup di Banyuwangi," katanya.

Ipuk menjelaskan, Gandrung Sewu sendiri berakar pada tari gandrung, kesenian khas Banyuwangi yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Osing.

Kata gandrung bermakna terpikat atau mencintai, dan dalam perjalanannya, tari ini menjadi salah satu penanda identitas budaya Banyuwangi yang terus diwariskan lintas generasi.

"Melalui Gandrung Sewu, pelestarian budaya juga berjalan beriringan dengan regenerasi penari muda, pembelajaran sejarah lokal, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat," tuturnya.

"Tahun 2026, perjalanan panjang itu memasuki babak baru, dan untuk pertama kalinya Gandrung Sewu digelar pada malam hari, menghadirkan pengalaman berbeda melalui perpaduan seni tradisi, tata cahaya dan teknologi pertunjukan," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#gandrung-sewu-banyuwangi #gandrung-sewu-2026 #pergelaran-gandrung-sewu #bupati-banyuwangi #ipuk-fiestiandani #tema-kembang-dermo

https://www.antaranews.com/berita/5808551/gandrung-sewu-banyuwangi-tahun-ini-usung-tema-kembang-dermo