Menaker: MagangHub perkecil

Menaker: MagangHub perkecil "gap" kompetensi dan kebutuhan industri

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan program Magang Nasional (MagangHub) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk ...

(Antara) 07/10/26 19:41 11653

Ini program yang luar biasa. Pemerintah memberikan uang saku selama enam bulan sesuai upah minimum kabupaten/kota. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan program Magang Nasional (MagangHub) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkecil kesenjangan (gap) antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Selama enam bulan pemagangan, peserta menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota.

“Ini program yang luar biasa. Pemerintah memberikan uang saku selama enam bulan sesuai upah minimum kabupaten/kota. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” kata Yassierli.

Ia meminta peserta memanfaatkan masa pemagangan untuk belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, pengalaman selama program dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

“Kalau kinerjanya baik dan kompetensinya sesuai, tentu peluang untuk diterima bekerja akan semakin besar,” ujarnya.

Meski demikian, Menaker Yassierli menekankan bahwa keberhasilan pemagangan tidak semata-mata ditandai dengan peserta mendapat tawaran bekerja di perusahaan tempat magang.

Program ini, lanjut dia, juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan membuka akses ke dunia kerja.

“Setelah magang, tidak semua peserta harus bekerja di tempat yang sama. Yang paling penting, masa enam bulan pemagangan ini dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi,” ujar dia.

Di sisi lain, Menaker mengatakan perusahaan dapat memanfaatkan masa pemagangan untuk mengenali talenta yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Peserta yang menunjukkan kemampuan dan kinerja baik dapat menjadi calon tenaga kerja yang dipertimbangkan untuk direkrut.

“Perusahaan tidak perlu susah-susah mencari pekerja lain kalau sudah ada talenta yang bagus dari peserta magang, maka direkrut,” kata Yassierli.

Sementara itu, program Magang Nasional berlanjut pada 2026. Pada Batch 1, program magang diikuti 46 ribu peserta mengikuti, sementara pada Batch 2 sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi.

Pemerintah menargetkan total peserta Program Magang Nasional 2026 mencapai 150 ribu orang melalui tiga batch.

Kemnaker menyatakan akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur manfaat pemagangan, termasuk peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, serta perkembangan peserta setelah menyelesaikan program.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#magang-nasional #maganghub #kemnaker #menaker-yassierli

https://www.antaranews.com/berita/5775697/menaker-maganghub-perkecil-gap-kompetensi-dan-kebutuhan-industri