Wamenko Ekonomi soroti hubungan investasi besar dengan usaha kecil

Wamenko Ekonomi soroti hubungan investasi besar dengan usaha kecil

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyoroti belum optimalnya keterhubungan antara investasi berskala besar dengan usaha ...

(Antara) 12/10/26 21:08 119010

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyoroti belum optimalnya keterhubungan antara investasi berskala besar dengan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) sebagai salah satu pekerjaan rumah yang mesti dirampungkan.

Sebab, keterhubungan kedua aspek itu penting guna memperkuat daya saing dunia usaha nasional.

“Peluang usaha tersebar luas dan Indonesia perlu menjadi basis produksi, tapi bukan sekadar pasar. Yang perlu kita benahi adalah link antara investasi besar dengan investasi yang menengah dan pelaku usaha kecil dan mikro. Memang tampaknya linkage antar skala dan antar industri ini kita masih banyak PR yang perlu kita perbaiki bersama,” kata Dradjad dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) 2026 di Jakarta, Senin.

Menurut dia, penguatan keterkaitan antarskala usaha dan antarindustri diperlukan agar peluang yang tercipta dari investasi dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku usaha domestik.

Dalam konteks tersebut, pemerintah mengoptimalkan kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, termasuk melalui belanja pemerintah, penyederhanaan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pembiayaan.

Dradjad juga menekankan pentingnya investasi, konektivitas, dan logistik untuk menekan biaya usaha sehingga produk dalam negeri semakin kompetitif.

Selain itu, diversifikasi ekspor dan peningkatan nilai tambah diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah komoditas utama, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferroalloy.

Adapun pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 29,7 persen terhadap total investasi nasional.

Untuk mempercepat realisasi investasi menjadi kegiatan produksi, pemerintah juga menangani berbagai hambatan usaha melalui deregulasi, debirokratisasi, dan pemeriksaan hambatan pada setiap kode Harmonized System (HS).

Lebih lanjut, Drajad melaporkan bahwa hingga 22 September 2026, sebanyak 135 dari 190 aduan pelaku usaha yang masuk ke Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE) telah diselesaikan.

Sebanyak 129 aduan yang diselesaikan tersebut mencakup investasi senilai lebih dari Rp625 triliun dan sekitar 31 ribu tenaga kerja.

Di sisi lain, perluasan akses pasar internasional juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan peluang usaha nasional.

Kerja sama perdagangan Indonesia-Uni Eropa melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) diharapkan membuka akses ke hampir 15 persen pasar global, sedangkan CEPA Indonesia-Kanada berpotensi menambah ekspor hingga 1,1 miliar dolar AS.

Negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) juga berpotensi meningkatkan ekspor hingga 2,3 miliar dolar AS per tahun, terutama bagi industri padat karya yang menyerap sekitar lima juta pekerja.

Dradjad menambahkan bahwa akses pembiayaan perlu disertai pemberdayaan dan pendampingan agar pelaku usaha kecil dapat mengembangkan skala bisnisnya.

Keterhubungan dengan lembaga pembiayaan dan akses pasar yang lebih luas juga dinilai penting untuk membantu pengusaha meningkatkan kapasitas usaha.

Pada saat yang sama, penguatan tata kelola dan kepatuhan diperlukan untuk menciptakan persaingan usaha yang adil serta memberikan kesempatan yang setara bagi pelaku usaha untuk berkembang.

“Saya berharap Hippi akan menghasilkan pengusaha-pengusaha pribumi baru yang akan bisa menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan mandiri membutuhkan dunia usaha yang tangguh. Anggota Hippi insyaallah akan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan pencipta lapangan kerja yang berkualitas,” kata Dradjad.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#hippi #debottlenecking #investasi #umkm #ekspor

https://www.antaranews.com/berita/5782600/wamenko-ekonomi-soroti-hubungan-investasi-besar-dengan-usaha-kecil