14 negara bahas inovasi mutu lewat APQO 2026 di Bali
Sebanyak 14 negara mengkaji inovasi manajemen mutu dan produktivitas organisasi melalui Konferensi Internasional Asian Pacific Quality Organization (APQO) ...
(Antara) 26/10/26 12:53 1300020
Denpasar (ANTARA) - Sebanyak 14 negara mengkaji inovasi manajemen mutu dan produktivitas organisasi melalui Konferensi Internasional Asian Pacific Quality Organization (APQO) ke-31 Tahun 2026 di Sanur, Bali.
"Negara yang hadir di acara konferensi yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Selandia Baru, Fiji, Sri Lanka, Australia, India, Filipina, Rusia, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Tiongkok," ucap Ketua Bidang Luar Negeri Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI) Damayanti.
Damayanti di Denpasar, Senin, menyampaikan para delegasi dari organisasi mutu berbagai negara yang jumlahnya sekitar 550 orang itu akan hadir selama 26–29 Oktober 2026 ini.
"Total peserta yang hadir di APQO tahun ini berjumlah kurang lebih hampir 550 orang, dengan kontribusi terbesar berasal dari organisasi di Indonesia sebanyak 350 peserta," ujarnya.
Untuk peserta dari luar negeri, asosiasi mencatat pakar inovasi mutu dan produktivitas terbanyak datang dari Thailand dengan sekitar 82 utusan, disusul oleh Malaysia di urutan kedua.
Damayanti mengatakan seluruh delegasi APQO dari 14 negara tersebut memanfaatkan konferensi internasional ini sebagai ajang untuk saling berbagi pengalaman serta memamerkan praktik terbaik inovasi mutu di instansi dan negara masing-masing.
Pengalaman inovasi yang dihadirkan peserta merupakan praktik teruji dari perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun internasional.
Bagi Indonesia, APQO tidak hanya wadah untuk menyerap inovasi mutu dari negara lain, sebab kualitas inovasi yang dibawa oleh delegasi Indonesia juga terbukti memiliki daya saing yang kuat di tingkat global.
"Pengalaman inovasi Indonesia tidak kalah dan selalu mendapatkan apresiasi luar biasa, contohnya dari Pertamina, Pupuk Indonesia, hingga PT Kereta Api Indonesia yang menyajikan pengelolaan perusahaan unggul," ujar Damayanti.
Dari total 95 tim yang berkompetisi di ajang APQO tahun ini, Indonesia bahkan mengirimkan sekitar 45 tim inovasi yang siap beradu gagasan dengan utusan dari negara lain.
Ketua Dewan Pakar AMMPI Agung Yunanto menambahkan bahwa konferensi tahun ini mengusung tema Intelligence Innovation for Sustainable Impact.
Tema tersebut diangkat sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan preferensi pelanggan antargenerasi, serta implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Untuk tetap eksis dan kompetitif, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan inovasi inkremental, melainkan memerlukan inovasi strategis agar tetap relevan dalam jangka panjang," kata Agung.
Dalam forum Best Practice Session, pihak Indonesia membagikan model pengelolaan inovasi yang diterapkan oleh sejumlah industri strategis nasional.
"Indonesia menyampaikan model Structural Innovation Management (SIM), yaitu cara perusahaan di Indonesia mengelola inovasinya hasil eksplorasi dari perusahaan besar di sektor perbankan, perkeretaapian, semen, farmasi, hingga pertambangan," tuturnya.
Selain kerangka SIM, asosiasi mutu di Indonesia juga membagikan pengalaman mengenai manajemen pengalaman pelanggan pada Pelita Air Service serta pengelolaan sumber daya manusia untuk memaksimalkan proses peningkatan mutu.
Ketua Penyelenggara Konferensi Internasional APQO ke-31 Tahun 2026 Budihartono turut menambahkan bahwa tren inovasi organisasi saat ini sudah sangat erat kaitannya dengan pendayagunaan AI secara masif.
"Kira-kira secara umum 1–2 tahun terakhir ini lebih dari 50 persen inovasi yang ditampilkan sudah memiliki unsur AI, mulai dari audit otomatis real-time hingga perawatan prediktif pada mesin," kata Budihartono.
Menurutnya, keberadaan teknologi AI bukan menjadi ancaman bagi tenaga kerja, melainkan tantangan bagi SDM untuk dapat memanfaatkannya secara efektif.
Budihartono menegaskan bahwa konferensi internasional ini menjadi forum penting untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan terkini di bidang mutu dan produktivitas.
Rangkaian kegiatan utama konferensi diisi dengan materi kunci dari asosiasi mutu berbagai negara maju, kelas khusus, berbagi praktik baik, kompetisi inovasi tim (ACE Competition), hingga program kunjungan lapangan.
Selain itu, panitia akan menyerahkan sejumlah penganugerahan mutu internasional meliputi Global Performance Excellence Award (GPEA), APQO Innovation Class, APQO International Best Practice, dan APQO International Individual Award (AIIA).
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#apqo #ammpi #inovasi-mutu #ai #konferensi-internasional
https://www.antaranews.com/berita/5811723/14-negara-bahas-inovasi-mutu-lewat-apqo-2026-di-bali