Pertamina buka SPBU 24 jam di empat kabupaten Bali demi urai antrean
PT Pertamina (Persero) memastikan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan dibuka selama ...
(Antara) 13/10/26 19:51 138779
Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar
Denpasar (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memastikan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan dibuka selama 24 jam penuh untuk mengurai antrean dan memastikan kecukupan pasokan bagi masyarakat.
"Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Simon di Denpasar, Selasa, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons cepat atas dinamika distribusi BBM di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.
Untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, Pertamina memperkuat koordinasi dengan Hiswana Migas guna menambah tenaga operator di lapangan.
Penambahan personel ini dilakukan secara terukur agar para pekerja tidak mengalami kelelahan, sehingga keandalan operasional SPBU tetap terjaga dengan standar kerja yang baik.
Bahkan, PT Pertamina juga menyiapkan langkah kontinjensi dengan meminta bantuan dari pihak TNI dan Polri jika sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai operator dalam situasi tertentu.
Peningkatan pasokan pengiriman dari kapal-kapal yang ada serta percepatan distribusi dari depo-depo menuju SPBU terus digenjot secara maksimal.
Simon memastikan Depo Manggis dan Sanggaran juga dioperasikan selama 24 jam penuh untuk memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir berjalan tanpa hambatan.
Jumlah armada mobil tangki pengangkut BBM yang biasanya berjumlah 90 unit sendiri kini ditambah sebanyak 15 unit sehingga totalnya menjadi 105 armada.
Percepatan distribusi di jalan raya turut didukung Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki menggunakan kendaraan patroli dan pengawalan.
"Kami akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal, dan kami tentunya berharap bisa secepatnya ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat," ujar Simon.
Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan bahwa ketersediaan pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali saat ini dijamin aman hingga dua minggu ke depan berdasarkan skema pengiriman yang disampaikan Pertamina.
"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," ucap Koster.
Ia merinci bahwa di Denpasar terdapat 54 SPBU dan di Kabupaten Badung terdapat 38 SPBU yang menjadi prioritas utama penanganan karena memiliki tingkat kebutuhan paling tinggi.
Pemprov Bali bersama Pertamina berkomitmen untuk mengelola krisis distribusi ini secara terpadu tanpa ada sikap saling lempar tanggung jawab.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak datang secara bersamaan ke SPBU demi menghindari penumpukan kendaraan di jalan raya.
"Sehingga dengan demikian masyarakat Denpasar dan Badung ini diimbau tidak perlu ramai-ramai sekarang datang ke SPBU, kalau masih ada minyaknya ya tunda dulu, mungkin nanti malam atau besok pagi," kata Koster.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026