Danantara: Teknologi finansial jadi modal bank RI ekspansi ke Asia

Danantara: Teknologi finansial jadi modal bank RI ekspansi ke Asia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menilai kemampuan teknologi finansial dalam negeri dapat menjadi modal bagi perbankan ...

(Antara) 28/10/26 20:20 1599406

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menilai kemampuan teknologi finansial dalam negeri dapat menjadi modal bagi perbankan nasional untuk memperluas usaha ke pasar Asia.

"Indonesia bisa menjadi pintu gerbang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berkembang dan menjadi pemain regional," kata Managing Director Global Relations and Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury, dalam diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurut Pahala, perkembangan perbankan digital dan teknologi finansial menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bersaing dengan pelaku usaha dari negara lain.

"Kalau kita melihat teknologi finansial, ini mungkin salah satu bidang yang kemampuan Indonesia tidak terlalu tertinggal dibandingkan pasar lain," ujarnya.

Ia mencontohkan perkembangan layanan perbankan melalui telepon seluler serta penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi lintas negara sebagai gambaran kemajuan teknologi pembayaran Indonesia.

Pahala juga mengungkapkan pengalamannya selama sekitar 15 tahun di Bank Mandiri, termasuk ketika bank tersebut memprioritaskan investasi pada layanan perbankan seluler dibandingkan perluasan jaringan anjungan tunai mandiri (ATM).

Menurut dia, investasi teknologi membutuhkan komitmen pimpinan, dukungan pendanaan, serta pengembangan kemampuan pegawai agar perusahaan mampu menghadirkan layanan yang kompetitif.

Dalam konteks persaingan regional, Pahala mencontohkan sejumlah bank negara tetangga yang telah mengembangkan usaha di Indonesia, seperti Maybank dan CIMB dari Malaysia, DBS, UOB, dan OCBC dari Singapura, serta Kasikornbank dan Bangkok Bank dari Thailand.

Ia menilai kehadiran bank-bank tersebut menunjukkan peluang pengembangan usaha lintas negara yang juga dapat dimanfaatkan perbankan nasional dengan mengandalkan kemampuan teknologi dan besarnya pasar domestik.

"Masih sangat sedikit bank Indonesia yang beroperasi di luar negeri. Kami di Danantara meyakini bahwa hal ini membutuhkan dorongan perubahan pola pikir," katanya.

Meski demikian, sejumlah bank nasional telah memiliki jaringan internasional. Berdasarkan laporan tahunan 2025, Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki enam kantor cabang luar negeri, antara lain di Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul, London, dan New York.

Bank Mandiri juga memiliki jaringan internasional untuk mendukung transaksi dan kegiatan usaha nasabah di luar negeri.

Pahala menambahkan keberadaan masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di berbagai negara dapat menjadi pasar potensial bagi pengembangan layanan keuangan lintas batas.

Dari sisi teknologi pembayaran, Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai 70,6 juta orang dengan 49,4 juta pedagang pada triwulan III 2026.

Pada periode tersebut, volume transaksi QRIS tumbuh 75,80 persen secara tahunan, sedangkan volume pembayaran digital secara keseluruhan mencapai 18,09 miliar transaksi atau meningkat 39,24 persen.

Layanan QRIS antarnegara juga telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Hingga Agustus 2026, BI mencatat transaksi QRIS oleh pengguna asing di Indonesia mencapai 17,8 juta transaksi senilai Rp6,2 triliun. Sementara itu, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai lima juta transaksi senilai Rp1,85 triliun.

Meski konektivitas pembayaran berbeda dengan ekspansi operasional perbankan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan teknologi pembayaran Indonesia.

Pahala mengingatkan perusahaan yang memasuki pasar regional harus siap menghadapi persaingan dengan pelaku usaha setempat, termasuk ketika tidak memiliki keunggulan yang sama seperti di pasar domestik.

Karena itu, penguatan teknologi, sumber daya manusia, dan kemampuan organisasi dinilai penting agar lebih banyak perusahaan nasional mampu mengembangkan usaha dan bersaing di kawasan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

#danantara #pahala-nugraha-mansury #perbankan #ekspansi-regional #qris

https://www.antaranews.com/berita/5817755/danantara-teknologi-finansial-jadi-modal-bank-ri-ekspansi-ke-asia