Kemenperin dukung perajin lokal raih rekor dunia fesyen berkelanjutan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan dukungan ke para perajin dan pelaku industri lokal dalam mengadopsi prinsip fesyen berkelanjutan guna ...
(Antara) 28/10/26 21:34 1606244
Kami mendukung produk-produk tekstil itu supaya lebih berdaya saing, terutama untuk UMKM dengan fasilitasi pembiayaan diskon 25 persen dan sertifikasi industri hijau secara gratis untuk sertifikasi pertama
Denpasar (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan dukungan ke para perajin dan pelaku industri lokal dalam mengadopsi prinsip fesyen berkelanjutan guna menembus pasar global hingga meraih rekor dunia Guinness World Records.
"Kami mendukung produk-produk tekstil itu supaya lebih berdaya saing, terutama untuk UMKM dengan fasilitasi pembiayaan diskon 25 persen dan sertifikasi industri hijau secara gratis untuk sertifikasi pertama," kata Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJI Tekstil) Kemenperin Hagung Eko Pawoko di Denpasar, Rabu.
Hagung menjelaskan bahwa pemerintah secara konsisten memfasilitasi pengujian di laboratorium serta sertifikasi industri hijau agar tekstil dalam negeri makin berdaya saing tinggi.
Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi industri tekstil nasional dalam menghadapi tantangan maraknya produk pakaian bekas dan tekstil impor di pasar domestik.
Untuk melindungi produk tekstil dalam negeri, Kemenperin bersama para pemangku kepentingan bahkan sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Tekstil serta mendukung berbagai inisiatif penguatan industri domestik.
Selain itu, Kemenperin mengimbau industri fesyen dan tekstil dalam negeri untuk tidak saling beradu secara destruktif di pasar global maupun domestik, melainkan terus berkolaborasi mengoptimalkan potensi serat alam dalam negeri seperti katun dan rayon yang pasokannya dipastikan aman.
Dukungan pemerintah tersebut melandasi optimisme para pelaku industri tekstil nasional untuk mencatatkan prestasi bergengsi di tingkat dunia melalui pameran fesyen bersertifikat keberlanjutan.
Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil Wijaya Ng menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor yang didukung fasilitas pemerintah ini berhasil mendorong terwujudnya ajang pemecahan rekor dunia fesyen berkelanjutan bertajuk Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
"Rekor dunia yang dievaluasi oleh adjudikator Guinness World Records ini berkategori sangat ketat, yaitu The Most Sustainability by Certified Textile Clothing in a Fashion Show dengan memamerkan 67 busana bersertifikasi ramah lingkungan," kata Wijaya.
Wijaya menambahkan jika malam ini para perajin mampu memecahkan rekor tersebut, maka sekaligus akan membuktikan kemampuan industri tekstil nasional untuk tampil di panggung internasional.
"Rekor ini akan bisa terpecahkan melalui kolaborasi, tidak ada satu pun perusahaan yang mampu kalau tidak semua bergabung menjadi satu kekuatan," ujar Wijaya.
Wijaya mengatakan seluruh busana yang diperagakan menggunakan kain serat alam serta telah mengantongi hak kekayaan intelektual (HAKI) atas desain karya lima merek fesyen dan institusi lokal, yaitu Murotto Bali, Kimmyra, kampus IDB Bali, Unice, dan Novel Mice.
Menurutnya, langkah untuk memecahkan rekor dunia sudah di depan mata, sebab konsep berkelanjutan yang ditawarkan perajin Indonesia tidak hanya bahannya yang tersertifikasi ramah lingkungan.
“Bukan hanya bahan ramah lingkungan, tapi juga sistemnya, prosesnya berkelanjutan, berkelanjutan itu sosial, ekonomi, lingkungan, sumber daya manusianya bagaimana, lingkungannya bagaimana, merusak lingkungan tidak,” tuturnya.
Acara yang dipusatkan di KEK Kura Kura Bali ini sengaja dirancang untuk menjadikan Indonesia sebagai etalase fesyen berkelanjutan tingkat dunia yang mampu bersanding dengan pusat fesyen global.
Pemilihan kawasan pameran juga tidak bisa sembarang, area mal Sira Village di KEK Kura Kura Bali dipilih karena telah tersertifikasi berkelanjutan serta diverifikasi oleh pihak Guinness World Records.
"Menjadi tuan rumah bagi perhelatan fesyen berkelanjutan ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menaikkan kelas UMKM lokal," kata Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village Grand Outlet Bali Tantowi Yahya.
Tantowi menjelaskan bahwa perhelatan ini memfasilitasi perajin lokal dengan ruang tumbuh yang suportif guna menghadirkan destinasi yang memadukan gaya hidup, komunitas, dan prinsip keberlanjutan.
Melalui sinergi antara teknologi tekstil berkelanjutan, fasilitas pemerintah, serta infrastruktur kawasan berkonsep hijau, industri fesyen dan kriya diharapkan terus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang pada triwulan I 2026 telah menyumbang Rp120,13 triliun.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
#kek-kura-kura-bali #rekor-dunia #kemenperin #fesyen-berkelanjutan