Pelaku usaha OAP jadi instruktur bagi IKM pemula di Nabire
Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) yang telah berkembang sebagai instruktur pelatihan bagi ...
(Antara) 15/10/26 23:26 184605
Nabire (ANTARA) - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) yang telah berkembang sebagai instruktur pelatihan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) pemula untuk menjaga keberlanjutan keterampilan dan pengembangan usaha masyarakat.
Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Nabire Jenie YR Kawer di Nabire, Kamis, mengatakan program tahun ini mencakup 10 pelatihan yang dibarengi dengan bantuan peralatan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah distrik, dengan jenis pelatihan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan usaha masyarakat. Jumlah peserta bervariasi antara 20 hingga 25 orang, bergantung pada jenis kegiatan,” katanya.
Ia mengatakan, salah satu contoh keberlanjutan program terlihat di Distrik Wanggar, tempat sejumlah kelompok usaha keripik telah rutin berproduksi dan pelaku usaha yang lebih berpengalaman mulai melatih peserta pemula.
Produk yang dihasilkan meliputi keripik pisang, keladi, ubi jalar, dan singkong dengan variasi rasa manis, pedas, serta original.
Menurutnya, pada pelatihan tahun ini, pelaku usaha OAP yang telah menjalankan usaha dilibatkan sebagai instruktur bagi peserta yang baru memulai usaha.
“Jadi yang sudah berjalan ini, dia melatih yang baru pemula. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan program Dinas Perindustrian telah berdampak bagi pengusaha OAP,” katanya.
Selain usaha keripik, terdapat usaha pembuatan kecap yang telah berjalan sekitar dua tahun. Pelaku usaha yang sebelumnya mengikuti pelatihan juga disiapkan menjadi instruktur dalam kegiatan berikutnya.
Ia mengatakan pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman untuk membagikan keterampilan kepada masyarakat lain, sehingga pengetahuan yang diperoleh melalui program pelatihan dapat terus dimanfaatkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp3,6 miliar untuk keseluruhan program pengembangan IKM milik OAP melalui pelatihan dan bantuan peralatan di sejumlah distrik.
Program tersebut mencakup berbagai bidang usaha, antara lain menjahit, servis elektronik, ukir kayu, pembuatan keripik, instalasi listrik, pengolahan sari gula jahe, depot air minum, pembuatan batako, bakso buah merah, kecap, dan batik Papua.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#pemkab #nabire #otsus #dinas-perindustrian #ikm
https://www.antaranews.com/berita/5790085/pelaku-usaha-oap-jadi-instruktur-bagi-ikm-pemula-di-nabire