Menjemput peluang ekspor, menembus pasar dunia
Mendapatkan pembeli dari luar negeri bukan perkara mudah bagi pelaku usaha yang baru merintis ekspor. Selain memiliki produk berkualitas, pelaku usaha perlu ...
(Antara) 17/10/26 10:07 216525
Jakarta (ANTARA) - Mendapatkan pembeli dari luar negeri bukan perkara mudah bagi pelaku usaha yang baru merintis ekspor. Selain memiliki produk berkualitas, pelaku usaha perlu memahami karakter pasar, menjaga konsistensi produksi, hingga membangun kepercayaan dengan calon pembeli.
Pengalaman itu dirasakan Thio Siujinata, pemilik usaha kriya Craftote, yang mulai mengenal pasar ekspor melalui Trade Expo Indonesia (TEI) pada 2023. Berawal dari ketidaktahuan mengenai mekanisme perdagangan internasional, ia kini telah melakukan tujuh kali pengiriman produk ke Kanada sejak ekspor perdananya pada 2024.
Bagi Thio, TEI bukan sekadar tempat memamerkan produk, melainkan pintu untuk belajar dan mengembangkan usaha. Melalui fasilitas Kementerian Perdagangan, ia memperoleh akses ke calon pembeli mancanegara sekaligus kesempatan mengikuti pembinaan desain untuk meningkatkan daya saing produknya.
Perjalanan Craftote memperlihatkan bagaimana dukungan akses pasar dan pengembangan kapasitas dapat membantu usaha lokal melangkah menuju ekspor. Sementara itu, bagi perusahaan yang telah memiliki pengalaman perdagangan internasional, TEI menjadi kesempatan untuk menjangkau pembeli dan pasar baru.

Dari nol
Thio membangun usahanya berangkat dari keinginan membuka kesempatan kerja bagi anak-anak panti asuhan. Dengan latar belakang desain grafis dari Institut Kesenian Jakarta, ia bersama istrinya mendirikan Crafted Gallery & Coffee, usaha yang memadukan galeri kerajinan tangan dengan kedai kopi.
Pada awalnya, usaha tersebut berjalan dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Kesempatan berkembang muncul setelah salah satu produknya mendapat penghargaan dalam pameran Kriyanusa pada 2023. Dari sana, Craftote memperoleh kesempatan mengikuti TEI.
Thio mengaku belum memahami bagaimana proses ekspor bekerja ketika pertama kali bertemu calon pembeli dari Jepang dan Kanada.
"Pertama kali ikut TEI pada 2023, kami senang, tetapi sebenarnya belum mengerti apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba bertemu buyer dari Jepang dan Kanada. Ibaratnya, orang yang belum bisa berenang langsung diceburkan ke kolam," kata Thio saat berbincang di ICE BSD, Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut menjadi awal pembelajaran. Thio mulai memahami pentingnya menindaklanjuti komunikasi dengan calon pembeli, mempelajari mekanisme pengiriman sampel, hingga mengurus kebutuhan ekspor.
Hasilnya tidak datang seketika. Craftote baru melakukan pengiriman perdana ke Kanada pada 2024. Namun, hubungan dengan pembeli tersebut terus terjaga hingga kini, dengan total tujuh kali pengiriman. Pada Juni 2026, Craftote bahkan mengirim satu kontainer berukuran 40 kaki dengan nilai sekitar Rp160 juta.
Perkembangan itu turut didukung pembinaan desain dari Indonesia Design Development Center (IDDC) di bawah Kementerian Perdagangan. Melalui fasilitas tersebut, Thio berkonsultasi untuk mengembangkan produk agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi dan sesuai kebutuhan pasar.
Salah satu hasil pengembangannya adalah produk lampu berbahan bambu yang semula dirancang sebagai lentera dekoratif. Craftote juga mengembangkan kerajinan berbahan eceng gondok dan pelepah pisang menjadi tas serta keranjang dengan desain yang lebih beragam.
Menurut Thio, pembinaan tersebut memberinya pemahaman bahwa pengembangan produk membutuhkan riset dan pengembangan, bukan hanya kreativitas.
Di TEI 2026, Craftote kembali mencari peluang pasar baru. Usaha tersebut memperoleh penjajakan bisnis dengan calon pembeli dari Australia dan Finlandia, dengan potensi transaksi sekitar 40.000 dolar AS. Meski belum terjadi kesepakatan final, pertemuan itu membuka kesempatan untuk memperluas pasar di luar Kanada.
Thio juga melibatkan kelompok perajin dari sejumlah daerah dalam proses produksi. Dengan membagi pekerjaan sesuai keahlian dan kapasitas masing-masing kelompok, ia berupaya menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi pesanan.
Bagi Thio, pengalaman mengikuti TEI dan pembinaan Kemendag membuatnya tidak hanya memperoleh calon pembeli, tetapi juga pengetahuan untuk mengembangkan usaha dan memahami persyaratan pasar internasional.

Mencari peluang pasar baru
Jika Craftote memanfaatkan TEI sebagai bagian dari perjalanan belajar menembus ekspor, Roemah Koffie hadir dengan pengalaman perdagangan internasional yang telah berkembang.
Perusahaan kopi yang berdiri pada 2022 tersebut mengembangkan bisnis melalui kedai kopi, fasilitas pemanggangan biji kopi atau roastery, serta pasokan untuk pelanggan bisnis. Saat ini, Roemah Koffie telah mengirim biji kopi mentah ke Australia dan Yunani, serta kopi sangrai dalam kemasan ke sejumlah negara, termasuk Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Amerika Serikat.
Assistant Sales Manager Roemah Koffie Alman Alamsyah mengatakan keikutsertaan dalam TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli baru dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui fasilitasi business matching, Roemah Koffie telah menjajaki peluang dengan calon pembeli dari Amerika Serikat, Taiwan, dan Malaysia.
Salah satu penjajakan dengan importir dan distributor dari Amerika Serikat bahkan membuka potensi permintaan sekitar tiga hingga empat kontainer, dengan estimasi nilai 400.000-500.000 dolar AS.
Meski demikian, peluang tersebut masih memerlukan tindak lanjut sebelum menjadi transaksi ekspor yang terealisasi.
Selain mencari pembeli baru, Roemah Koffie membawa produk yang mengangkat identitas kopi Indonesia. Perusahaan menggandeng petani lokal dari berbagai daerah, seperti Kerinci, Gayo, Temanggung, dan Garut. Cerita mengenai asal biji kopi, petani, dan proses pascapanen menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kepada konsumen.
Roemah Koffie juga mulai memperkenalkan produk kopi siap minum atau ready-to-drink yang diharapkan dapat membuka peluang ekspor pada segmen baru.
Assistant Sales Manager Roemah Koffie Martin Ariestian mengatakan perluasan pasar tetap membutuhkan kesiapan dalam memenuhi ketentuan negara tujuan, termasuk dokumen dan persyaratan khusus untuk produk yang diperdagangkan.
Karena itu, perusahaan berupaya memanfaatkan jejaring dan fasilitasi perdagangan untuk menemukan peluang yang sesuai dengan kapasitas usahanya.
"Kita open banget untuk semua negara. Cuma emang di tahun ini, kita rasa untuk negara seperti Rusia, Uzbekistan, dan US itu lagi seksi banget negaranya dan demand-nya juga kita tahu di sana lagi banyak banget. Semoga dengan terpilihnya produk kita di Pilihan Busan juga bisa membantu," kata Martin.
Ubah peluang jadi transaksi nyata
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan TEI merupakan salah satu program Kementerian Perdagangan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli mancanegara guna memperluas peluang ekspor.
Upaya tersebut sejalan dengan program prioritas Kemendag, Dari Lokal untuk Global, yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan mendorong lebih banyak pelaku usaha memasuki pasar internasional.
Kemendag juga memfasilitasi penjajakan bisnis melalui jaringan 46 kantor perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara. Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperoleh informasi pasar, menjangkau calon pembeli, dan menindaklanjuti peluang perdagangan.
Pengalaman Craftote dan Roemah Koffie menunjukkan bahwa kebutuhan pelaku usaha dapat berbeda. Bagi usaha yang baru merintis ekspor, akses pasar perlu disertai pembinaan agar mampu memenuhi kebutuhan pembeli. Sementara bagi eksportir yang telah berkembang, fasilitasi business matching menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mencari pasar baru.
Pada akhirnya, keberhasilan TEI tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pertemuan bisnis atau nilai potensi transaksi selama pameran. Yang lebih penting adalah bagaimana peluang tersebut ditindaklanjuti menjadi pesanan, pengiriman, dan hubungan dagang berkelanjutan.
Dari perajin yang baru belajar menembus pasar internasional hingga perusahaan kopi yang ingin memperluas jangkauan, TEI menjadi salah satu ruang bagi produk Indonesia untuk menemukan pembelinya di dunia.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
#trade-expo-indonesia-2026 #umkm-bisa-ekspor #dari-lokal-untuk-global #ekspor-umkm #perluasan-pasar
https://www.antaranews.com/berita/5792853/menjemput-peluang-ekspor-menembus-pasar-dunia