Kepala Bapanas: Dua tahun kepemimpinan Prabowo pangan kian kokoh
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pangan nasional semakin kokoh, ...
(Antara) 17/10/26 18:14 223935
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pangan nasional semakin kokoh, menyusul capaian swasembada dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
"Insya Allah Indonesia akan lebih baik di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, swasembada pangan yang dicapai Indonesia menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Capaian positif itu merupakan kerja keras seluruh anak bangsa yang berkecimpung di sektor pangan.
Pemerintah terus berkomitmen memperkuat sektor pangan melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa serta memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dengan melanggar ketentuan.
Amran yang juga Menteri Pertanian meyakini kekuatan pangan Indonesia akan semakin kokoh di bawah komando Presiden Prabowo.
"Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada, ini karena kerja keras kita semua. Saya tidak pernah mengatakan (itu) saya, (bukan) saya buat swasembada pangan. (Tapi) seluruh anak bangsa yang ikut. Itulah yang membuat negara kita kuat sektor pangan," ujar Amran.
Adapun Indonesia telah mencapai swasembada pangan delapan komoditas meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian masih mengejar swasembada untuk tiga komoditas pokok lainnya dari total 11 kebutuhan pokok nasional, meliputi bawang putih, kedelai, dan daging sapi.
Ketiga komoditas ini masih terus didorong oleh Kementerian Pertanian lewat berbagai program peningkatan produksi agar pemenuhannya bersumber dari dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Meski begitu, Amran mengungkapkan masih ada pihak-pihak yang tidak senang atas capaian swasembada, namun Amran memastikan tidak akan gentar untuk menghadapi pelaku anomali pangan tersebut.
"Banyak yang tidak senang kalau Republik ini kuat. Importir tidak senang. Negara pengekspor tidak senang. Mafia tidak senang. Koruptor tidak senang. Tapi pantang kita mundur menghadapi mereka semua, demi Indonesia raya. Kita tidak boleh lengah pasti mereka tidak senang," tambah Amran.
Karena itu, pemerintah secara kolaboratif bersama Satgas Pangan Polri telah menindak terhadap 102 tersangka sejak tahun 2024 sampai 2026. Hal itu dilakukan karena berkaitan dengan praktik yang dinilai merugikan kepentingan pangan nasional.
Temuan yang terbaru, pada pertengahan September 2026, pemerintah mengumumkan terdapat 25 merek beras fortifikasi yang melanggar administrasi, nilai gizi, dan mutu.
Adapun dari 25 merek beras fortifikasi yang bermasalah tersebut dimiliki oleh 11 pelaku usaha. Semua merek tersebut telah ditarik dari pasaran demi melindungi konsumen.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#kepala-bapanas #andi-amran #mentan #dua-tahun #kepemimpinan-prabowo #pangan-kian-kokoh