Danantara: Transformasi INKA diperlukan guna penuhi kebutuhan domestik
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan, PT Industri Kereta Api (INKA) harus melakukan ...
(Antara) 08/10/26 11:59 26639
Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan, PT Industri Kereta Api (INKA) harus melakukan transformasi untuk memenuhi kebutuhan (demand) transportasi kereta api di dalam negeri dan menuju industrialisasi.
“Kita harus juga melihat bahwa tadi dalam rangka menuju industrialisasi, INKA juga harus bertransformasi. Tidak bisa dengan kualitas yang tidak baik ya, tidak bisa. Makanya saya sudah memanggil direksi INKA, ke depannya INKA juga harus bertransformasi,” kata Dony di Jakarta, Kamis.
Adapun hal ini menyusul pertimbangan untuk turut menggunakan hasil produksi dalam negeri melalui INKA, guna menutupi tambahan trainset untuk operasional KRL Jabodetabek, seiring dengan pengajuan impor trainset bekas dari Jepang.
“Seluruh perusahaan pemerintahan harus bertransformasi, tidak bisa lagi mereka eksis dengan kondisi seperti hari ini. Karena itu, INKA-nya harus bertransformasi,” ujarnya menambahkan.
Dony mengatakan segera bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi untuk membahas rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang berencana mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.
Ia melanjutkan, pihaknya mendukung rencana atau penjajakan oleh PT KAI karena erat kaitannya dengan kebutuhan mobilitas transportasi umum masyarakat.
“Pada dasarnya, tentu kita mendukung apapun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita. Karena memang kereta api menjadi salah satu transformasi publik yang diharapkan oleh pemerintah itu bisa menimbulkan banyak hal (positif),” kata Dony.
Ia menilai, jika transportasi publik dapat berjalan dengan baik, maka polusi udara akan menurun seiring dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang ikut berkurang.
“Pada dasarnya kami tentu sangat mendukung, tinggal nanti kita bisa (bertemu) dengan Direktur Utama PT KAI, berapa banyak yang dibutuhkan oleh KAI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita,” ujar Dony.
Sebelumnya, PT KAI mengusulkan impor KRL bekas dari Jepang, yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR RI dan disetujui.
Bobby menyatakan pihaknya membutuhkan tambahan sebanyak 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek, yang rencananya akan dipenuhi dengan pengadaan KRL bekas.
Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu pertama terdapat 7 trainset dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta atau SF8, yang mana kebutuhan tambahan armada muncul seiring lonjakan pengguna KRL Jabodetabek.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026