Menperin optimalisasi pelayanan publik demi pacu daya saing industri

Menperin optimalisasi pelayanan publik demi pacu daya saing industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong optimalisasi pelayanan publik oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mempercepat ...

(Antara) 08/10/26 14:04 28455

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong optimalisasi pelayanan publik oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan pelaku industri sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Salah satu langkah yang didorong Sarmuji yakni menambah frekuensi hari pelayanan publik tematik subsektor industri dari satu menjadi dua kali dalam sepekan agar akses konsultasi masyarakat dan pelaku industri semakin luas serta antrean pelayanan dapat dipersingkat.

“Selama ini kita memiliki Hari Pelayanan Publik setiap Kamis. Saya minta agar tidak hanya satu hari dalam seminggu, tetapi bisa menjadi dua hari, misalnya Selasa dan Kamis. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku industri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi sehingga antrean pelayanan juga semakin pendek,” ungkapnya di Jakarta, Kamis.

Menurut Sarmuji, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga perlu diikuti perbaikan sistem kerja, penyederhanaan proses, serta percepatan waktu penyelesaian layanan.

"Pelayanan publik, baik perizinan maupun konsultasi, sudah menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Namun, bagi saya, baik saja kadang tidak cukup. Harus lebih baik lagi dan terus ditingkatkan agar masyarakat maupun pelaku industri semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain kualitas, kecepatan pelayanan juga harus menjadi perhatian kita,” kata Menperin.

Sarmuji menilai kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Perusahaan yang mampu bergerak cepat dan beradaptasi terhadap perubahan memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan persaingan, termasuk ketika berhadapan dengan perusahaan berskala usaha lebih besar.

Oleh karena itu, pemerintah dituntut mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha melalui pelayanan yang efisien dan adaptif.

“Sekarang industri yang besar pun bisa kalah dengan industri yang cepat. Kita sebagai fasilitator dan akselerator harus mampu mendorong industri bergerak lebih cepat lagi. Karena itu, pelayanan pemerintah juga harus semakin cepat dan mampu menjawab kebutuhan pelaku industri,” ujar Sarmuji.

Berdasarkan data Kemenperin, kapasitas konsultasi tatap muka meningkat dari maksimal 25 perusahaan per hari pada Februari 2024 menjadi maksimal 130 perusahaan per hari sejak Maret 2024, atau lebih dari lima kali lipat.

Indeks Pelayanan Publik Kemenperin juga meningkat dari 4,51 pada 2024 menjadi 4,58 pada 2025 dengan predikat pelayanan prima.

Selain layanan tatap muka, konsultasi juga diberikan melalui WhatsApp dan surat elektronik. Pada Juli 2026 tercatat 3.077 konsultasi melalui WhatsApp, 2.188 konsultasi tatap muka, dan 617 konsultasi melalui surat elektronik.

Sementara itu, Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menyediakan 241 jenis layanan bagi pelaku industri.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#pemajuan-industri #industri-domestik #kementerian-perindustrian

https://www.antaranews.com/berita/5776656/menperin-optimalisasi-pelayanan-publik-demi-pacu-daya-saing-industri