Wamenko Ekonomi: RI harus jadi pemain utama dalam pengembangan AI
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan mengatakan Indonesia harus bisa menjadi pemain utama dalam pengembangan ...
(Antara) 08/10/26 14:41 28830
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan mengatakan Indonesia harus bisa menjadi pemain utama dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI).
“AI itu bisa menjadi source of technological, geopolitical, and economic power in the future. Jadi mau nggak mau kita harus bisa masuk bukan hanya ngikut, tapi juga bisa menjadi leadingnation di situ,” ungkapnya dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
Dia menerangkan bahwa transformasi AI merupakan keniscayaan yang tak dapat dihindari, sehingga Indonesia dituntut untuk tak mengulangi kekeliruan di masa lalu dengan memberikan penolakan terhadap inovasi yang kerap didasari kekhawatiran atas pergeseran atau pengurangan tenaga kerja.
Sikap seperti itu di masa lalu dinilai terbukti membuat Indonesia kehilangan momentum strategis, sementara negara tetangga seperti Malaysia berhasil mengambil peluang tersebut dan berkembang menjadi hub teknologi yang maju.
Dradjad mengakui bahwa setiap perkembangan teknologi baru selalu membawa risiko kegagalan yang memang harus dikelola secara cermat melalui penerapan manajemen risiko nan terukur. Di sisi lain, keberanian untuk menghadapi risiko tersebut dianggap menjadi syarat mutlak untuk meraih keberhasilan, sehingga dapat menempatkan Indonesia di garis depan penguasaan teknologi.
Wamenko Ekonomi berpendapat AI menyimpan daya ungkit yang sangat besar bagi penguatan kapabilitas ekonomi, teknologi, serta pertahanan nasional di masa depan, kendati sebagian sektor pekerjaan konvensional berpotensi tergeser.
“Tentu kita harus wise, mana yang kira-kira negatif kita kendalikan, mana yang kira-kira misalnya contohnya perlu banyak air (untuk data center), kita hitung betul airnya untuk data center,” kata dia.
“Pesan saya adalah we need to embrace new technology. Bukan hanya kita ikut, tapi kita kalau bisa ada di bagian depan, dan kita punya potensi untuk itu. Sudah ada beberapa investor yang bercerita mengenai potensi itu dan kita mempunyai bukan comparative advantages lagi, tapi competitive advantages untuk masuk di situ,” ujar Dradjad.
Dalam kesempatan tersebut, dia turut mengungkapkan bahwa transformasi digital harus diperkuat melalui pembangunan pusat data (datacenter), pengembangan AI, industri semikonduktor, dan peningkatan kapasitas talenta digital sebagai pendukung dan akselerator menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Di masa lalu pertumbuhan itu banyak didukung oleh sektor pertanian, kemudian naik ke industri, naik ke jasa, tapi ke depan ada internet of things, ke depan ini akan didorong oleh, datacenter, AI, semikonduktor. Kita jangan sampai ketinggalan kereta,” kata Wamenko Bidang Perekonomian.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026