Akal imitasi bantu optimalkan jalur alat berat di proyek IKN
Para insinyur memanfaatkan teknologi kecerdasan akal imitasi (AI) untuk mengoptimalkan jalur pergerakan alat berat dalam pembangunan Kompleks Parlemen ...
(Antara) 09/10/26 15:58 50880
AI dapat membantu menghasilkan berbagai alternatif desain dan melakukan optimalisasi dengan cepat
Singapura (ANTARA) - Para insinyur memanfaatkan teknologi kecerdasan akal imitasi (AI) untuk mengoptimalkan jalur pergerakan alat berat dalam pembangunan Kompleks Parlemen Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berdasarkan data lokasi proyek yang diperbarui secara berkala.
CEO Bentley Systems Nicholas Cumins di sela-sela Year in Infrastructure (YII) 2026 di Singapura, Jumat, mengatakan tim proyek menggunakan data terkini dari lapangan untuk mengoptimalkan rute alat berat dengan bantuan AI.
“Tim proyek menggunakan data lokasi yang diperbarui secara berkala untuk mengoptimalkan rute alat berat menggunakan AI dan memvalidasi setiap skenario pekerjaan melalui SYNCHRO guna mencegah hambatan di lokasi konstruksi,” kata Cumins.
Ia mengatakan pola pembangunan infrastruktur terus berkembang. Teknologi yang awalnya dikembangkan untuk keperluan operasi dan pemeliharaan kini diterapkan pada tahap konstruksi.
Cumins mencontohkan semula inspeksi jarak jauh menggunakan drone dan pemantauan berkelanjutan melalui sensor. Hal itu kini juga diterapkan pada pekerjaan konstruksi.
Menurutnya AI mulai mempengaruhi berbagai tahapan siklus hidup infrastruktur, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan.
Ia menyebut dalam penghargaan YII Awards 2026 terdapat 36 finalis yang disaring dari 300 submisi proyek konstruksi dari 53 negara.
Sebanyak 70 persen dari 336 finalis menggunakan akal imitasi dalam pekerjaan konstruksi mereka. Sementara 25 persen dari total 300 submisi menggunakan AI.
Hal itu berarti, penggunaan AI dalam dunia konstruksi makin tinggi menilik banyak keuntungan dibanding tidak melibatkan kecerdasan buatan. AI membantu memberi banyak pertimbangan lapangan efektif sehingga kesalahan pengerjaan dan kerugian menjadi minimal.
Pihak Bentley melihat perusahaan-perusahaan infrastruktur mulai memanfaatkan AI untuk membantu tenaga ahli menangani pekerjaan yang semakin banyak.
Dengan kapasitas kerja yang meningkat, mereka kemudian dapat mengoptimalkan perencanaan dan desain proyek secara lebih mendalam.
"Terlihat jelas bahwa AI telah memberikan dampak pada setiap tahapan siklus hidup infrastruktur, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan," katanya.
Meski demikian, Cumins menegaskan penggunaan AI dalam rekayasa infrastruktur harus tetap berada di bawah kendali penilaian manusia dalam hal ini insinyur. Alasannya, keputusan teknis memiliki konsekuensi langsung terhadap keselamatan publik.
"AI dapat membantu menghasilkan berbagai alternatif desain dan melakukan optimalisasi dengan cepat, tetapi keputusan yang melibatkan pertimbangan teknis, keberlanjutan, dan risiko tetap membutuhkan penilaian manusia," kata dia.
Adapun pemerintah bersama sejumlah unsur terkait memanfaatkan teknologi akal imitasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di IKN.
Salah satu penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui penggunaan alat automatic compactor (pemadat otomatis) untuk membantu proses memadatkan tanah dalam pekerjaan konstruksi jalan.
Teknologi itu dimanfaatkan dalam pembangunan sejumlah infrastruktur jalan di IKN, termasuk Jalan Sumbu Kebangsaan yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Pemerintah terus mengembangkan pemanfaatan AI dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Penerapan teknologi tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain robotik, simulasi, dan peningkatan keselamatan lalu lintas.
Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
#ai #kecerdasan-buatan #bentley-systems #nicholas-cumins #ikn #ibu-kota-nusantara