KDM harap positifnya investasi Jabar berdampak pada lapangan kerja
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap pergerakan positif investasi Jawa Barat yang terealisasi Rp91 triliun pada Triwulan III 2026, atau tertinggi ...
(Antara) 21/10/26 21:44 700170
Memang angka PHK cukup lumayan tapi semuanya tertutupi oleh ketersediaan lapangan kerja ada yang berhenti ada yang masuk dan ingat ketika dia berhenti ada yang masuk lagi kerja
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap pergerakan positif investasi Jawa Barat yang terealisasi Rp91 triliun pada Triwulan III 2026, atau tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia, berdampak pada ketersediaan lapangan kerja.
Meskipun, dia juga mengakui jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) masih cukup tinggi, dan angkatan kerja lebih besar dibandingkan dengan kesempatan kerja yang tersedia.
"Terimakasih pada semua pihak, bahwa investasi di Jawa Barat terus melonjak dan mudah-mudahan investasi ini memiliki dampak bagi ketersediaan lapangan pekerjaan. Memang angka PHK cukup lumayan tapi semuanya tertutupi oleh ketersediaan lapangan kerja ada yang berhenti ada yang masuk dan ingat ketika dia berhenti ada yang masuk lagi kerja," kata Dedi di Bandung, Rabu.
Pemprov Jabar, mengandalkan aplikasi Nyari Gawe untuk membantu masyarakat Jawa Barat mencari pekerjaan dengan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
"Sistem layanan Nyari Gawe merupakan jalan dari banyak jalan untuk membuka lapangan kerja agar transparan dan memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat," kata Dedi.
Namun, Dedi mengakui aplikasi yang dikembangkan oleh Disnakertrans dan Diskominfo Jabar ini tidak bisa dengan sendirinya menampung seluruh pencari kerja apabila jumlah lowongan yang tersedia masih terbatas.
"Jumlah angkatan kerja lebih banyak dibanding ketersediaan lapangan kerja. Dan itu tugas kami pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten kota dan pemerintahan desa untuk memacu investasi agar masuk ke Jawa Barat," kata dia.
Berdasarkan data aplikasi Nyari Gawe, hingga 21 Oktober 2026, tercatat 728.085 pencari kerja telah mengajukan sekitar 2,4 juta lamaran. Sementara itu, dari 803 perusahaan yang terdaftar, baru 230 perusahaan yang membuka lowongan dengan total 32.125 posisi kerja dan yang tercatat diterima mencapai 1.282 orang.
Data ini menunjukkan besarnya jumlah pencari kerja yang mengakses layanan tersebut dibandingkan dengan posisi yang tersedia. Meski begitu, angka penerimaan di aplikasi belum tentu mencakup seluruh proses rekrutmen perusahaan di Jawa Barat.
Di sisi lain, berdasarkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, realisasi gabungan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada Triwulan III 2026.
Nilai tersebut setara dengan 17,2 persen dari total investasi nasional dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.
Adapun akumulasi total realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang periode Januari hingga September 2026 tercatat telah mencapai sekitar Rp229,1 triliun gabungan PMA dan PMDN.
DPMPTSP Jawa Barat sendiri menyatakan realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 telah menyerap 399.003 tenaga kerja.
Adapun penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari manufaktur hingga pergudangan dan ritel. Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Subang menjadi sejumlah daerah dengan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Berdasarkan sebaran wilayah dalam aplikasi Nyari Gawe, Kabupaten Subang menjadi daerah dengan jumlah pencari kerja terbanyak, yakni 92.172 orang. Berikutnya Kabupaten Karawang dengan 79.110 orang dan Kabupaten Bekasi sebanyak 52.852 orang.
Kabupaten Purwakarta mencatat 43.380 pencari kerja, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 42.159 orang. Sementara itu, jumlah pencari kerja dari luar Jawa Barat mencapai 41.036 orang.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
#dedi-mulyadi #kdm #pemprov-jabar #investasi-jabar #lapangan-kerja-jabar