DPR: Harga pupuk turun 20 persen baru terjadi sejak RI merdeka
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menyebut penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen guna membantu petani, merupakan kebijakan luar biasa ...
(Antara) 22/10/26 03:43 732075
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menyebut penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen guna membantu petani, merupakan kebijakan luar biasa pemerintah yang baru terjadi sejak Indonesia merdeka.
Menurut Hanan, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen menunjukkan perhatian pemerintah dalam memperkuat produktivitas petani menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
"Harganya turun 20 persen. Nah, ini luar biasa perhatian pemerintah ya. Baru terjadi ini, kelihatannya (sejak) Indonesia merdeka, baru ini ya pupuk turun harganya. Ini sangat luar biasa," kata Hanan dalam Forum Diskusi Pertanian bertajuk \'Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo\' di Jakarta, Rabu.
Ia menuturkan harga pupuk sebelumnya cukup tinggi sehingga berpotensi menyulitkan petani dalam memperoleh sarana produksi apabila tidak ada dukungan pemerintah melalui kebijakan subsidi.
Hanan mengatakan kenaikan harga bahan baku pupuk seperti gas, fosfat, dan kalium akibat dinamika global menjadi tantangan tersendiri bagi industri pupuk nasional dalam menjaga keterjangkauan harga.
Namun, menurutnya, pemerintah mampu memberikan perhatian luar biasa dengan menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen meskipun biaya produksi mengalami peningkatan.
Ia menilai kebijakan tersebut menjadi langkah penting karena pupuk dapat tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani di seluruh Indonesia.
Selain penurunan harga pupuk, Hanan juga mengapresiasi penyederhanaan aturan distribusi pupuk yang sebelumnya mencapai 145 ketentuan menjadi lebih sederhana sehingga memudahkan petani mendapatkan kebutuhan produksi.
Menurut dia, ketersediaan pupuk dan benih yang semakin baik menjadi faktor pendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat upaya pemerintah mencapai target swasembada pangan nasional.
"Pupuknya juga mudah diperoleh dengan penyederhanaan aturan, dari 145 aturan disederhanakan, kalau tidak salah 4 apa 5 sekarang ini ya, disatukan gitu, sehingga mudah sekali, bisa diperoleh tepat waktu, tepat jumlah, harganya terjangkau oleh petani. Ini luar biasa," ucapnya.
Hanan juga menyoroti pentingnya mekanisasi pertanian karena usia rata-rata petani semakin meningkat sehingga tenaga kerja di sektor pertanian membutuhkan dukungan teknologi dan mesin pertanian.
Ia menyebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki perhatian besar terhadap modernisasi pertanian sejak 2014 melalui penguatan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.
Menurut Hanan, kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian berjalan secara paralel, tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga kebijakan sosial ekonomi seperti penetapan harga pembelian pemerintah.
Ia juga menjelaskan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram memberikan kepastian bagi petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Hanan menyebut berbagai intervensi pemerintah, mulai dari irigasi, pupuk, mekanisasi, hingga kebijakan harga, telah mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP).
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan arah positif menuju swasembada pangan, dengan dukungan anggaran pertanian yang meningkat dan kebijakan pemerintah yang semakin berpihak kepada petani.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#legislator #wakil-ketua #komisi-iv-dpr-ri #hanan-a-rozak #penurunan-harga-pupuk-20-persen #hadirnya-negara