Pemerintah Korea serahkan 11 bus listrik bantu tekan emisi Bali
Pemerintah Republik Korea menyerahkan bantuan 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian daya kepada Pemprov Bali untuk memperluas transportasi umum ramah ...
(Antara) 22/10/26 19:32 817440
Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Republik Korea menyerahkan bantuan 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian daya kepada Pemprov Bali untuk memperluas transportasi umum ramah lingkungan sekaligus membantu menekan emisi.
"Saya berharap 11 bus listrik dan enam unit pengisian daya yang kita luncurkan hari ini dapat membantu Bali mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan layanan transportasi umum, menyajikan perjalanan yang lebih bersih dan lebih nyaman bagi warga maupun wisatawan," kata Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon-Gu di Denpasar, Kamis.
Dubes Korea Selatan menyampaikan bahwa mengatasi perubahan iklim sekaligus mencapai pertumbuhan berkelanjutan merupakan tugas penting yang ditanggung bersama oleh kedua negara.
Inisiatif perluasan transportasi umum bersih di Bali dinilainya sangat bermakna dan tepat waktu untuk menjaga lingkungan alam serta warisan budaya Pulau Dewata.
Langkah ini sekaligus wujud nyata peningkatan hubungan bilateral sebagai mitra strategis khusus usai kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan pada April lalu.
Ia menjelaskan bahwa ini menggabungkan dana hibah pemerintah Korea, keahlian Global Green Growth Institute (GGGI), teknologi industri kedua negara, serta komitmen Pemprov Bali dalam transisi energi hijau.
Pemerintah Korea berharap pengalaman dari proyek bus listrik ini dapat mematangkan kebijakan transportasi ramah lingkungan yang suatu saat bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Country Representative GGGI Indonesia Rowan Fraser menambahkan mengenai manfaat atau dampak langsung bus listrik ini terhadap mobilitas masyarakat Bali.
Adapun lima manfaat utama proyek ini, yaitu penyediaan transportasi berkualitas bagi 230.000 penumpang selama 10 tahun, serta reduksi emisi karbon hingga lebih dari 2.200 ton CO2.
Selain itu, bus ini menghadirkan udara bersih tanpa emisi, akses transportasi inklusif dengan tarif khusus pelajar dan disabilitas, serta kepemilikan aset penuh oleh Pemprov Bali.
Selanjutnya, data operasional bus listrik ini juga bisa menjadi landasan studi kelayakan bagi pemerintah untuk mengembangkan skema bus listrik di seluruh Indonesia.
Project Manager Bali E-Mobility GGGI Indonesia Jaepyo Chun turut menambahkan bahwa proyek bernilai hibah 6,6 juta dolar AS dari Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea ini telah dikerjakan selama 3 tahun terakhir.
"Perjalanan untuk memproduksi bus dan pengisi daya bukanlah proses yang mudah, dan saya dapat mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya proyek hibah di dunia yang mencoba mengakomodasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," ujar Jaepyo Chun.
Kolaborasi ini menggabungkan Hyundai dari Korea yang dirakit menjadi bodi bus di karoseri Laksana Semarang, bekerja sama dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) serta VKTR.
"Tahun depan, kami akan mengembangkan sistem manajemen armada pertama di Bali untuk bus listrik dan stasiun pengisian daya, yang dikombinasikan dengan transportasi tanggap permintaan guna meningkatkan aksesibilitas bagi penumpang," kata Jaepyo Chun.
Ia mengatakan pengembangan tahap berikutnya akan dilengkapi pusat ruang kontrol, pemantauan waktu riil, serta pemesanan penumpang berbasis AI.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#korea-selatan #republik-korea #gggi #bus-listrik #tekan-emisi #bali