Bappenas tunjuk Bali awali misi keberlanjutan lewat bus listrik Korea
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menunjuk Provinsi Bali sebagai percontohan nasional dalam mengawali pembangunan ...
(Antara) 22/10/26 20:01 820274
Presiden ingin bukan hanya Bali atau Indonesia yang bersih, tetapi kita bersih lahir batin mulai dari hal sederhana di lingkungan kita
Denpasar (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menunjuk Provinsi Bali sebagai percontohan nasional dalam mengawali pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan hibah 11 unit bus listrik dari Pemerintah Republik Korea.
"Kerja sama ini bukan hanya kerja sama negara dengan negara atau perusahaan dengan perusahaan, tetapi kerja sama di antara kita semua yang diawali dari Provinsi Bali untuk misi keberlanjutan," kata Rachmat Pambudy di Denpasar, Kamis.
Langkah tersebut diambil karena Bappenas menilai Bali konsisten menjaga lingkungan bersih serta menerapkan permodelan pembangunan yang sesuai dengan target Sustainable Development Goals.
Menurut Menteri Pambudy, proyek bus listrik menjadi bukti konkret kolaborasi bersama Global Green Growth Institute (GGGI) sebagai permodelan berbasis kebijakan dan bukti yang siap direplikasi secara bertahap di seluruh Indonesia.
Inisiatif transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi bersih ini sekaligus menjalankan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah plastik hingga polusi udara.
"Presiden ingin bukan hanya Bali atau Indonesia yang bersih, tetapi kita bersih lahir batin mulai dari hal sederhana di lingkungan kita," ujarnya.
Kepala Bappenas itu juga mengambil contoh kearifan lokal Tri Hita Karana yang diterapkan masyarakat Bali sebagai memberikan pijakan kokoh bagi permodelan pembangunan nasional yang bersifat lahir dan batin.
"Bali adalah model bagi pembangunan kita, Bali adalah model pembangunan yang sesuai dengan alam kita, Bali adalah model bagi pembangunan nasional kita, dan tentu saja, kita ingin Bali menjadi model tidak hanya pembangunan Indonesia, tapi juga pembangunan dunia,” ujarnya.
Bappenas berharap operasional 11 unit bus listrik hibah Pemerintah Republik Korea tersebut menjadi awal dari transformasi menyeluruh sektor transportasi menuju penggunaan energi ramah lingkungan di Provinsi Bali.
"Dari bus ini mengawali transisi energi ramah lingkungan, bahkan nanti kalau bus listrik sudah menyebar, tidak ada lagi antre bensin atau solar melainkan antre pengisian daya listrik," ucapnya.
Selain mendorong transisi armada, pemerintah pusat turut mendorong lahirnya inovasi industri kendaraan listrik yang diinisiasi oleh sumber daya manusia lokal asal Bali.
"Saya ingin ada merek bus, mobil, hingga sepeda motor buatan orang Bali yang bisa diproduksi di mana saja untuk dikirim dan digunakan di sini," tuturnya.
Ia berharap sinergi antara Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Pemprov Bali, Pemerintah Korea, dan GGGI ini dapat mencatat sejarah baru dalam mempercepat pencapaian target penurunan emisi karbon nasional.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026