Wamen PU: Revitalisasi kawasan kumuh ubah kampung miliki nilai tambah

Wamen PU: Revitalisasi kawasan kumuh ubah kampung miliki nilai tambah

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan penanganan kawasan kumuh seperti revitalisasi Kampung Mrican di Yogyakarta dapat ...

(Antara) 23/10/26 12:14 908025

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan penanganan kawasan kumuh seperti revitalisasi Kampung Mrican di Yogyakarta dapat menjadikan kampung memiliki nilai tambah.

"Dari sini kita lihat bahwa kita harus kolaborasi dan harus ada kreativitas (creativity), sehingga bisa mewujudkan suatu kampung, suatu penanganan kawasan yang tadinya kumuh akan menjadi suatu kampung yang sangat bermanfaat dan ada nilai tambahnya," ujar Diana dalam konferensi pers di sela-sela World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Jumat.

Salah satu contohnya, menurut dia, adalah penanganan Kampung Mrican di Yogyakarta yang dulunya perkampungan kumuh.

"Jadi kita menanyakan kepada masyarakat yang ada di sana kebutuhannya apa, apa yang diinginkan. Kami juga memberikan guidance kira-kira suatu perkampungan itu harusnya seperti apa. Maka di situ akan muncul jalannya dibenahi, sampahnya mesti harus ada tempat pengolahannya, airnya juga mesti harus ada," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, terwujudlah Kampung Mrican yang saat ini dilengkapi dengan penataan sungainya, sampah sudah terkelola dengan baik karena sudah terdapat tempat pengolahan sampah terpadu, kemudian jalannya juga sudah rapi.

"Masyarakat yang perempuannya pun juga sudah bisa menghasilkan, kreativitasnya di sana ada hasil-hasil yang bisa dijual. Kemudian perdagangan jelas, saya yakin di sana ada ekonomi juga, dan pendidikannya pun saya pikir juga sudah ada juga untuk yang sekolah-sekolah di sana lebih banyak menghasilkan yang terbaik untuk penanganan kawasan kumuh yang ada di Kampung Mrican ini," kata Diana.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi keberhasilan penataan terpadu Kampung Mrican, Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertransformasi dari kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan yang tertata rapi, sehat, dan nyaman.

Menko AHY menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas permukiman.

Penataan kawasan seluas kurang lebih 5 hektare itu dilakukan melalui pendekatan 3M, yakni mundur, munggah (naik), dan madhep kali atau menghadap sungai. Melalui konsep tersebut, rumah-rumah warga yang sebelumnya membelakangi sungai kini ditata menghadap aliran air (riverfront), sehingga menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, sehat, dan nyaman.

Menurut AHY, pendekatan tersebut tidak hanya memperbaiki estetika kawasan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi udara, menurunkan risiko banjir, serta menghadirkan ruang terbuka yang lebih baik bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

#wamen-pu #penanganan-kawasan-kumuh #kampung #nilai-tambah #diana-kusumastuti

https://www.antaranews.com/berita/5806819/wamen-pu-revitalisasi-kawasan-kumuh-ubah-kampung-miliki-nilai-tambah