Mentrans rancang beasiswa S1 bagi warga transmigrasi Barelang

Mentrans rancang beasiswa S1 bagi warga transmigrasi Barelang

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merencanakan penyediaan beasiswa jenjang sarjana (S1) bagi masyarakat lokal di kawasan ...

(Antara) 11/10/26 15:22 92835

Batam (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merencanakan penyediaan beasiswa jenjang sarjana (S1) bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi Barelang (Batam–Rempang–Galang), Batam, Kepulauan Riau, untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) daerah tersebut dalam mengisi kebutuhan tenaga kerja industri.

Iftitah mengatakan pemerintah juga membuka peluang rencana perluasan akses pendidikan tinggi hingga jenjang magister (S2) melalui pengembangan pembangunan Kampus Patriot dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi nasional.

"S1-nya nanti kita buka dengan beasiswa untuk yang masyarakat lokal," kata Iftitah seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dikonfirmasi Minggu.

Ia menjelaskan rencana tersebut diarahkan agar masyarakat setempat dapat mengikuti pendidikan tinggi tanpa harus berpergian jauh meninggalkan kawasan tempat tinggalnya.

Perguruan tinggi yang disebut berpotensi terlibat dalam pengembangan kegiatan pendidikan di kawasan tersebut antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip).

"Kami juga tidak ingin masyarakat lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar," ujarnya.

Iftitah mengatakan fasilitas berupa bangunan modular telah tersedia di kawasan transmigrasi Barelang dan digunakan oleh peserta kegiatan akademik dari Jerman selama lebih dari satu minggu.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 mahasiswa dan tiga staf dari Technical University of Munich (TUM), Jerman, yang bersama Undip mengikuti pembelajaran serta pengamatan lapangan mengenai pengembangan kawasan transmigrasi.

Meski fasilitas tersebut telah digunakan untuk kegiatan akademik, Iftitah belum merinci waktu dimulainya perkuliahan reguler melalui Kampus Patriot, kuota beasiswa S1 bagi warga Barelang, maupun mekanisme penerimaan mahasiswanya.

Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi telah mengumumkan rencana penyelenggaraan Beasiswa Patriot jenjang S2 melalui kerja sama dengan perguruan tinggi nasional, dengan kegiatan pembelajaran yang dirancang berlangsung di kawasan transmigrasi.

Iftitah menegaskan pengembangan pendidikan tinggi tersebut bertujuan mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan peningkatan keterampilan masyarakat lokal.

"Kementerian Transmigrasi menjembatani antara dunia usaha dengan dunia pendidikan supaya pendidikan yang mereka sekolah ini berdampak kepada masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, penyiapan sumber daya manusia perlu dilakukan seiring pengembangan investasi dan industri di Batam agar penduduk setempat memiliki kesempatan mengisi berbagai posisi pekerjaan.

Melalui pendidikan tinggi, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya bekerja pada tingkat dasar, tetapi juga dapat menempati posisi tenaga profesional hingga manajerial.

Iftitah mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat transmigrasi lokal memperoleh manfaat langsung dari pengembangan ekonomi wilayahnya.

Ia menambahkan, apabila pengembangan pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan industri di Barelang berhasil, pendekatan serupa dapat diterapkan di kawasan transmigrasi lainnya.

"Kalau ini sukses, Insya Allah sebagai pilot project-nya, kita akan kembangkan di seluruh wilayah Indonesia," tutur Iftitah.

Salah satu wilayah yang dicontohkannya ialah Mamuju, Sulawesi Barat, yang memiliki rencana pengembangan pertambangan dan membutuhkan penyiapan sumber daya manusia sesuai potensi daerah.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#menteri-transmigrasi #s1 #kampus-patriot #kawasan-transmigrasi-barelang #tenaga-kerja-lokal

https://www.antaranews.com/berita/5780841/mentrans-rancang-beasiswa-s1-bagi-warga-transmigrasi-barelang