Zulhas dorong kemandirian pangan lewat budidaya bioflok tematik
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan upayanya terus mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui program budidaya bioflok ...
(Antara) 07/10/26 17:03 9492
Kendari (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan upayanya terus mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui program budidaya bioflok tematik di tingkat desa ataupun kecamatan, guna memenuhi kebutuhan protein ikan nasional.
"Tadi ada ibu-ibu minta agar kampungnya juga perlu untuk pengembangan protein ikan. Nah, sekarang tepat, kita lagi membangun 40.000 bioflok, nanti dibangun oleh pemerintah," kata Zulkifli Hasan yang akrab dipanggil Zulhas saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan agar setiap wilayah hingga tingkat desa mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik sumber karbohidrat maupun protein ikan, serta peningkatan produksi sektor perikanan.
Untuk mendukung ketercapaian target tersebut, lanjut Zulhas, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk satu unit bioflok tematik dengan syarat lahan yang tersedia seluas 1.000 meter persegi.
"Kita akan bangun 40.000 karena perintah Bapak Presiden, setiap kecamatan bahkan nantinya setiap desa harus mandiri pangan, harus cukup proteinnya, cukup karbohidratnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama agar Indonesia bisa tumbuh menjadi negara maju. Menurutnya, pemenuhan gizi yang cukup sejak dini sangat krusial untuk mencegah gangguan pertumbuhan fisik maupun kecerdasan.
"Kalau gizi kurang, pertumbuhan tulang dan otot tidak sempurna, makanya tidak bisa tinggi, pertumbuhan otak juga tidak sempurna. Tidak mungkin Indonesia maju kalau manusianya tidak sempurna fisiknya," jelasnya..
Selain pengerjaan 40.000 bioflok tematik, pemerintah juga menyiapkan program penguatan sektor kelautan dengan membangun 5.000 kampung nelayan secara bertahap, yakni sebanyak 2.000 lokasi pada tahun depan dan 3.000 lokasi pada tahap berikutnya.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra/La Ode Ari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026