PJT II siapkan pemeliharaan satu unit PLTA Jatiluhur hadapi kemarau

PJT II siapkan pemeliharaan satu unit PLTA Jatiluhur hadapi kemarau

Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyiapkan pemeliharaan satu unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatiluhur, Jawa Barat pada akhir Oktober 2026, seiring ...

(Antara) 23/10/26 21:34 958559

Purwakarta (ANTARA) - Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyiapkan pemeliharaan satu unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatiluhur, Jawa Barat pada akhir Oktober 2026, seiring penurunan tinggi muka air waduk selama musim kemarau.

"Pada saat unit itu berpotensi untuk diistirahatkan, maka kami sudah siap dengan program pemeliharaannya," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II Anton Mardiyono dalam kegiatan bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) di Purwakarta, Jabar, Jumat.

Anton menjelaskan penurunan tinggi muka air (TMA) waduk menyebabkan berkurangnya ketinggian efektif air yang digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga efisiensi pembangkitan listrik ikut menurun.

"Semakin tinggi TMA-nya, efisiensi unitnya semakin bagus," ujarnya.

Menurut dia, apabila muka air turun hingga batas operasional tertentu, unit pembangkit perlu dihentikan sementara karena berpotensi mengalami penurunan efisiensi dan gangguan aliran air pada turbin.

PJT II telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan pemeliharaan komponen mekanikal, hidromekanikal, dan elektrikal pada salah satu unit pembangkit.

Anton mengatakan pemeliharaan itu telah masuk dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sejak awal tahun.

Meski demikian, pihaknya belum memastikan unit yang akan diistirahatkan karena pelaksanaannya masih mempertimbangkan kondisi muka air waduk.

PLTA Ir. H. Djuanda di kawasan Waduk Jatiluhur memiliki enam unit pembangkit dengan kapasitas terpasang sebesar 187,5 megawatt (MW).

Anton menerangkan PLTA Jatiluhur terhubung dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali yang dikelola PT PLN (Persero). Karena itu, pengaturan operasi dan jadwal pemeliharaan pembangkit dilakukan melalui koordinasi dengan PLN.

"Kapan kami boleh maintenance, kapan kami tidak boleh maintenance, itu diatur oleh PLN," katanya.

Selain memasok listrik ke jaringan PLN, PJT II juga melayani sekitar 19 hingga 20 industri lokal di Purwakarta.

Anton menyebutkan kapasitas pasokan kepada industri tersebut relatif tidak berubah dalam 10 tahun terakhir.

Berdasarkan paparan keuangan PJT II, pendapatan usaha dari sektor listrik sepanjang 2025 mencapai Rp550,06 miliar atau sekitar 48,7 persen dari total pendapatan usaha perusahaan sebesar Rp1.128,79 miliar.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026 menyebutkan kondisi relatif kering masih berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah Jawa pada akhir Oktober hingga pertengahan November, meskipun hujan tetap berpeluang terjadi.

BMKG sebelumnya juga memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 akan mundur di 529 zona musim atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia akibat pengaruh El Nino sangat kuat.

Sebelumnya, dalam informasi yang dimuat ANTARA pada 25 Juni 2026, PJT II menyampaikan bahwa koordinasi pengaturan distribusi air di kawasan Jatiluhur dilakukan setiap dua pekan melalui Tim Koordinasi Operasi Sumber Daya Air (TKOSDA), yang turut melibatkan unit pengelola PLTA.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#pjt-ii #plta-jatiluhur #pemeliharaan #pembangkit #musim-kemarau #ketahanan-energi

https://www.antaranews.com/berita/5808327/pjt-ii-siapkan-pemeliharaan-satu-unit-plta-jatiluhur-hadapi-kemarau