Namun, ada infrastruktur lain yang sama pentingnya, yaitu sumber daya manusia dan modal manusia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menginginkan Asian Development Bank (ADB) memperkuat dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur sosial, dan infrastruktur digital sebagai bagian penting transformasi pembangunan Indonesia.
“Kalau kita berbicara mengenai infrastruktur, selama ini kita berbicara tentang infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan, bandara, dan pelabuhan. Namun, ada infrastruktur lain yang sama pentingnya, yaitu sumber daya manusia dan modal manusia,” ucapnya saat berjumpa Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Scott Morris, dari keterangan resmi, Jakarta, Sabtu.
“Sekarang kita juga berbicara tentang infrastruktur digital. Tentu kita tetap membutuhkan pelabuhan, jalan, dan jembatan, tetapi kita juga harus mulai membangun infrastruktur sosial dan sumber daya manusia dengan lebih kuat. Dukungan inilah yang juga kami perlukan dari ADB,” ungkap Kepala Bappenas.
Lebih lanjut, dia menilai penguatan kapasitas manusia semakin penting di tengah perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, serta transformasi teknologi.
Karena itu, Indonesia dan ADB dianggap perlu bersama-sama mengembangkan pendekatan pembangunan yang mampu menjawab tantangan lima hingga sepuluh tahun mendatang sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
“Kita membutuhkan model pembangunan baru untuk menghadapi kondisi dunia yang terus berubah. Kita perlu belajar dari pengalaman negara lain, tetapi negara lain juga dapat belajar dari Indonesia. Segala sesuatu membutuhkan pendidikan. Bukan sekadar pendidikan biasa, melainkan pendidikan yang baik, bahkan yang terbaik. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial harus menjadi bagian penting dari pembangunan masa depan,” ujar Rachmat Pambudy.
Scott Morris menyambut hal tersebut dan menegaskan kesiapan ADB untuk memperluas dukungan pada pengembangan SDM, termasuk pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan yang dibutuhkan dalam transformasi digital.
“Sejak pandemi, kami melihat permintaan yang semakin meningkat dan kami terus memperluas kegiatan di sektor sosial, kesehatan, pendidikan, serta berbagai bentuk pelatihan tenaga kerja. Kami juga melihat bahwa agenda digital membutuhkan tingkat pengembangan keterampilan yang lebih tinggi, termasuk di Indonesia, dan kami dapat memberikan dukungan untuk itu,” kata dia.
ADB juga menyampaikan komitmen untuk mendukung agenda strategis Indonesia, termasuk pengembangan industri semikonduktor, mineral kritis, ketahanan energi dan air, penguatan project preparation, serta pengembangan Bappenas Institute melalui kerja sama dengan ADB Institute.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026