Industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional
Bandung (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginspeksi langsung kapabilitas teknologi dan fasilitas produksi elektronika PT LEN Industri (Persero) di Bandung, guna memastikan kesiapan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan modernisasi alutsista nasional.
Dalam keterangan PT LEN di Bandung, Rabu, dijelaskan inspeksi tersebut mencakup peninjauan langsung integrasi sistem radar, pesawat nirawak (drone), sistem komunikasi taktis, hingga perangkat optronik pertahanan yang diproduksi secara end-to-end mulai dari perancangan, integrasi, hingga pengujian mutu.
Menhan dalam keterangan itu menegaskan bahwa integrasi teknologi berbasis interoperability atau kemampuan antar-sistem pertahanan untuk saling terhubung dan bertukar data secara terpadu, menjadi kunci efektivitas operasional serta kemandirian alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional," ujar Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan memantau ketat lini produksi alat komunikasi (Alkom) dan teknologi pemantauan taktis yang dikembangkan PT LEN Industri guna memastikan jaminan mutu produk sesuai standar militer.
Skema interoperability yang diusung PT LEN Industri memungkinkan radar dan drone buatan dalam negeri saling terhubung dalam satu jaringan komando untuk mendukung pemantauan kondisi operasional secara real-time dan menyeluruh.
Direktur Utama PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, PT LEN Industri memperkuat posisinya sebagai integrator utama sistem elektronika pertahanan melalui sinergi intensif bersama Kemhan, TNI, perguruan tinggi, serta industri nasional.
Dia menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem teknologi pertahanan serta menaikkan derajat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) alutsista.
"PT LEN Industri terus memperkuat perannya sebagai integrator sistem elektronika pertahanan melalui pengembangan kapabilitas teknologi, penguatan ekosistem industri nasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri, serta memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia," kata Joga.
Melalui penguasaan teknologi elektronika pertahanan terintegrasi ini, Joga menambahkan PT LEN Industri optimistis mampu menopang kedaulatan serta daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat global.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026