Kehadiran barcode diharapkan dapat mendukung proses pendataan, identifikasi, serta pengelolaan produk secara lebih terstruktur, sehingga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produknya
Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mendorong kesiapan produk UMKM memasuki pasar ritel modern dan ekspor melalui fasilitasi 4.100 barcode SKU (stock keeping unit).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, fasilitasi ini merupakan langkah konkret untuk membantu UMKM memiliki identitas produk berstandar internasional yang mendukung proses identifikasi dan pengelolaan produk, sekaligus mempersiapkan produk agar lebih siap memasuki ekosistem perdagangan modern.
"Kehadiran barcode diharapkan dapat mendukung proses pendataan, identifikasi, serta pengelolaan produk secara lebih terstruktur, sehingga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produknya," ujar Iqbal dalam Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis.
Sebanyak 4.100 barcode difasilitasi bagi pelaku UMKM binaan Kemendag yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pangan, minuman, kesehatan dan perawatan kecantikan, kerajinan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyampaikan bahwa fasilitasi barcode ini
merupakan wujud nyata dalam memperkuat daya saing UMKM Indonesia dan membuka akses yang lebih luas ke pasar domestik maupun internasional.
"Hippindo ingin mengambil peran nyata dalam membantu UMKM mempersiapkan produknya agar semakin siap bersaing dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke jaringan ritel modern," kata Budihardjo.
Ia menambahkan, momentum Trade Expo Indonesia ke-41 menjadi pengingat bahwa produk Indonesia harus semakin siap untuk tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, tetapi juga menembus pasar ekspor.
Hippindo akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, peritel, dan pelaku UMKM agar semakin banyak produk lokal yang berkembang, naik kelas, dan menjadi pilihan konsumen.
Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dengan Hippindo.
MoU antara Food Station dan Hippindo diarahkan pada penguatan kolaborasi perdagangan dalam negeri.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026