Kuala Lumpur (ANTARA) - Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, akan menjadi tuan rumah 3rd Borneo Economic Forum pada 2027, melanjutkan upaya memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas dan kemitraan bisnis di Pulau Borneo.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Gala Dinner 2nd Borneo Economic Forum 2026 di Kuching, Sarawak, Rabu (7/10), yang ditandai dengan penyerahan tongkat estafet penyelenggaraan forum dari Co-Chair Borneo Economic Community (BEC) Arsjad Rasjid, kepada Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono.
Menurut keterangan KJRI Kuching yang diterima di Kuala Lumpur, Jumat, dalam kesempatan tersebut Kepala OIKN menegaskan pentingnya membangun kepercayaan terhadap Nusantara sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru di jantung Borneo.
Memasuki tahap kedua pembangunan periode 2025–2029, Nusantara diarahkan untuk berkembang sebagai kota hutan cerdas dan berkelanjutan yang membuka peluang kolaborasi serta investasi di berbagai sektor.
Kepala OIKN juga mengundang investor dari Kalimantan Timur maupun mancanegara untuk berpartisipasi dalam pengembangan Nusantara dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
Sementara itu, Co-Chair BEC Arsjad Rasjid menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas batas, lintas sektor, dan lintas komunitas untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Borneo, khususnya di bidang energi, konektivitas, transformasi digital, dan pengembangan industri terintegrasi.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kawasan perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan perbaikan kesejahteraan.
BEC dirancang sebagai platform kolaborasi yang dipimpin sektor swasta dan bersifat inklusif, dengan mempertemukan kamar dagang, perusahaan, asosiasi industri, komunitas, serta pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Platform ini bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan peluang bisnis yang konkret agar potensi ekonomi Borneo dapat diwujudkan menjadi investasi, kemitraan usaha, dan kesempatan kerja.
Pembahasan dalam 2nd Borneo Economic Forum 2026 yang diselenggarakan 7–8 Oktober 2026, di Kuching juga telah berkembang dari pertukaran gagasan menuju penjajakan proyek konkret, identifikasi mitra usaha, serta pembahasan rencana implementasi.
Hal ini menunjukkan peluang untuk memperkuat sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam membangun konektivitas, mengembangkan rantai nilai regional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Adapun penunjukan Nusantara sebagai tuan rumah forum berikutnya menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi investasi IKN dan memperkuat peran Kalimantan Timur dalam jejaring ekonomi Borneo.
Melalui penyelenggaraan 3rd Borneo Economic Forum 2027, Indonesia diharapkan dapat mendorong kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat lintas negara demi mewujudkan Borneo yang semakin terhubung, kompetitif, dan sejahtera.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026