Nabire (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Nabire, Papua Tengah, mencatat penjualan beras premium merek Beraskita mencapai lebih dari Rp8 miliar atau sekitar 135 persen dari target sebesar Rp5,4 miliar.
Kepala Perum Bulog Cabang Nabire Abdul Azis di Nabire, Sabtu, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pemasaran Beraskita Premium berjalan baik dan memiliki potensi besar di Kabupaten Nabire.
“Kalau Beraskita Premium ini sudah melampaui target. Target untuk tahun 2026 sekitar Rp5,4 miliar, sekarang realisasinya sudah Rp8 miliar lebih,” katanya.
Ia menjelaskan target penjualan Beraskita Premium ditetapkan berdasarkan nilai rupiah, bukan volume penjualan dalam tonase.
Berbeda dengan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Beraskita dipasarkan melalui skema bisnis antar pelaku usaha atau business-to-business.
Menurutnya, salah satu faktor yang turut mendukung penjualan Beraskita Premium adalah permintaan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Tengah oleh pemerintah daerah.
Selain itu, banyak masyarakat di Nabire juga sudah mulai konsumsi Beraskita karena harganya yang lebih murah dibanding beras premium lainnya.
Bulog menyediakan Beraskita Premium dalam kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 50 kilogram. Untuk kemasan 50 kilogram, harga Rp15.700 per kilogram, sedangkan kemasan lainnya Rp15.800 per kilogram.
“Harga Beraskita Premium mengikuti harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.800 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram dibandingkan beras premium lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini penjualan Beraskita tersebar di 46 mitra Bulog yang juga memasarkan beras SPHP di Kabupaten Nabire.
Namun, volume pengambilan Beraskita oleh sejumlah mitra masih cenderung lebih kecil dibandingkan beras SPHP.
Selain penjualan di mitra-mitra, Bulog juga terus memperkenalkan Beraskita saat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan pemerintah maupun instansi lain.
Seperti pada GPM memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Nabire, Jumat (16/10), dimana 1,5 ton Beraskita ludes habis terjual hanya dalam hitungan jam.
Ia berharap ketersediaan Beraskita dengan harga sesuai ketentuan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk Bulog di Nabire.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026