Batam (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melatih pelaku industri fesyen di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memperkuat keterampilan desain dan manajemen usaha guna meningkatkan daya saing produk.
Direktur Fesyen Kemenekraf Iffah Sa’aidah mengatakan pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari dengan materi yang mencakup penguatan substansi dan praktik.
“Industri fesyen bukan hanya kreativitas produk, tetapi manajemennya juga harus kuat. Maka, pelaku usaha harus terus bersaing, berkembang, dan beradaptasi dengan tren yang ada,” kata Iffah di Batam, Senin.
Sebanyak 12 jenama fesyen di Batam diundang mengikuti kegiatan tersebut, dengan peserta terdiri atas pemilik jenama, pembuat pola, dan asisten desainer.
Ia menjelaskan, peserta dibagi berdasarkan bidang pekerjaan masing-masing.
“Pemilik jenama mengikuti kelas manajemen usaha, sedangkan pembuat pola dan asisten desainer mendapatkan pelatihan desain dengan para mentor,” katanya.
Pelatihan desain menghadirkan mentor dari Islamic Fashion Institute Bandung, dengan materi antara lain pembuatan mood board, pengembangan desain, hingga praktik menggunakan manekin.
Sementara itu, kelas manajemen usaha membahas pengelolaan bisnis fesyen, termasuk pembukuan, pembiayaan produksi, dan cara memperoleh modal untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Iffah mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari aktivasi creative hub atau pusat pengembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
“Harapan kami adalah untuk menghidupkan kembali ekosistem ekonomi kreatif di daerah dan juga meningkatkan skala dan skill pelaku bisnis. Dari 21 subsektor ekraf, fesyen menjadi salah satu prioritas yang kami kembangkan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyambut baik pelatihan tersebut karena dinilai sejalan dengan potensi Batam sebagai kota pariwisata yang memiliki beragam subsektor ekonomi kreatif.
“Pemerintah Kota Batam akan mendukung kegiatan yang dapat memperkuat kemampuan pelaku industri kreatif karena di Batam berbagai bidang itu berkembang dengan pesat, dari gim, kuliner, film dan lain,” katanya.
Ardiwinata juga menilai pelatihan fesyen tersebut sejalan dengan pembinaan yang dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam, termasuk pengembangan batik Barelang melalui pembinaan desain dan produk.
“Penguatan keterampilan tenaga kerja, termasuk di sektor industri kreatif, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah,” katanya.
Ardiwinata mengapresiasi Kemenekraf yang menggelar aktivasi creative hub di Batam dan berharap kegiatan serupa dapat terus mendukung pertumbuhan pelaku usaha kreatif daerah.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026