ITS berharap kolaborasi dengan BTI Defence dapat terus berjalan dengan baik dan membuka peluang pemanfaatan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan industri maritim
Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperpanjang kerja sama dengan BTI Defence untuk mendukung pengembangan teknologi maritim melalui pemanfaatan keahlian akademik dan riset.
“ITS berharap kolaborasi dengan BTI Defence dapat terus berjalan dengan baik dan membuka peluang pemanfaatan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan industri maritim,”kata Rektor ITS Bambang Pramujati dalam keterangan di Surabaya, Selasa.
Direktur BTI Defence Peter Tjahjono mengatakan, ITS memiliki kompetensi kuat di bidang perkapalan dan kelautan. Pengalaman selama menjalin kerja sama sebelumnya juga menjadi alasan BTI Defence melanjutkan kolaborasi tersebut.
“Kerja sama yang pernah terjalin tidak membuat kami kecewa karena banyak tenaga ahli ITS yang sangat membantu kami selama ini,” kata Peter.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk UEA Judha Nugraha menilai perpanjangan kerja sama tersebut memiliki arti penting bagi hubungan bilateral kedua negara. Momentum itu bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA.
“Kolaborasi ini adalah tonggak penting sekaligus hadiah bagi penguatan hubungan kedua negara, ke depannya kami pun siap untuk memfasilitasi lebih banyak kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.
ITS sebelumnya juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dalam perancangan dan pembangunan kapal wisata bottom glass, yakni kapal dengan bagian dasar transparan untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.
Selain itu, ITS mengembangkan Ocean Farm ITS (OFITS), struktur terapung untuk mendukung budi daya ikan tuna dan kakap di laut lepas. Berbagai pengembangan tersebut menunjukkan pemanfaatan kompetensi akademik dan riset ITS untuk mendukung kebutuhan industri maritim.
Melalui perpanjangan kerja sama dengan BTI Defence, ITS berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas pemanfaatan keahlian dan teknologi kelautan bagi pengembangan industri maritim Indonesia.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026